Cesc Fabregas merupakan salah satu mantan pemain yang cukup berpengaruh di Arsenal pada era modern ini. Meski demikian, Fabregas melakukan hal yang mengejutkan kala memutuskan untuk pindah ke Barcelona.

Fabregas sendiri bergabung dengan Arsenal pada tahun 2003 yang lalu. Ketika Peterpan baru jaya-jayanya dengan lagu “Sahabat”.

Setelah menembus skuat inti, Fabregas menjadi pilar penting di lini tengah armada Arsene Wenger. Sampai banyak pemudi-pemudi yang kerjanya beli Slurpee jadi suka Arsenal karena tertarik paras Fabregas yang sepertinya berada dalam taraf “boleh juga”.

Namun pada tahun 2011 Fabregas membuat keputusan yang mengejutkan setelah sang kapten memutuskan untuk cabut dari Emirates dan kembali ke Barcelona.

Berbicara soal keputusannya pergi dari Arsenal, Fabregas mengatakan sejumlah alasan. Namun salah satu yang ia paling rasakan adalah tekanan yang begitu besar terutama setelah menjabat sebagai kapten.

https://twitter.com/FutbolBible/status/1242420903239090183?s=20

“Saya adalah kapten, selalu merasakan tekanan begitu besar. Saya harus memimpin tim ini memenangi sesuatu. Saya memberi segalanya. Kadang, saya pulang setelah kalah dan biasanya menangis,” ujar Fabregas kepada Arseblog seperti dilansir Detik.

“Saya terbiasa menderita, kalau malam tidak bisa tidur. Dan kemudian Anda kalah, Anda ada di dalam bus seperti ini, hancur, lalu mendengar beberapa pemain tertawa, berpikir soal ke mana mereka akan pergi setelah ini.”

“Ini terjadi selama beberapa tahun. Kami main cantik dan saya menikmatinya, tapi saya menekan diri saya sendiri untuk memimpin, untuk melakukan segalanya dan di satu titik, saya merasa kesepian.”

“Khususnya di dua atau tiga tahun terakhir. Saya merasa cuma Robin (van Persie) dan Samir (Nasri) yang selevel dengan saya dalam hal mental dan teknik. Saya tak mengatakan sesuatu yang arogan, begitulah yang saya rasakan saat itu.”

Kondisi lelah mental dan fisik membuat Fabregas mengaku cukup frustasi hingga akhirnya berpaling

“Melihat sikap dari beberapa pemain atau sesuatu seperti ini membuat saya merasa ingin melihat ke yang lain. Kalau bukan karena itu, saya tidak akan meninggalkan Arsenal saat itu,” katanya.

Meski demikian Fabregas juga mengungkapkan bahwa di Arsenal ia menjalani laga yang begitu indah dan menyatakan begitu mencintai klub asal London Utara.

“Saya bermain saat demam, dengan kaki yang sakit. Bermain saat kakek saya berpulang. Saya memberikan segalanya untuk Arsenal dan akan selalu melakukannya,”

“Saat di Arsenal, itu merupakan tahun terbaik selama hidup saya.” ungkapnya pada podcast dengan Arseblog.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here