Timnas Indonesia U-19 melakoni laga terakhir Grup A pada turnamen AFF U-19. Seperti layaknya gim Tekken, lawan terakhir pun merupakan penantang yang paling sulit ditaklukkan. Hal tersebut juga terjadi ketika Indonesia bertemu dengan Raja Terakhir yang bukan seperti nama Instagram Young Lex.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, skuat “Garuda Muda” menghadapi Thailand. Jika dilihat di atas kertas, baik kertas koran maupun kertas gorengan, kedua tim memiliki kekuatan yang seimbang dengan kedalaman skuat yang merata.

Baik Indonesia maupun Thailand belum pernah merasakan kekalahan dalam empat pertandingan sebelumnya. Kedua tim pun merupakan pemuncak klasemen Grup A dengan Indonesia di peringkat satu. Namun sial bagi Indonesia yang harus mengakui ketangguhan tim “Gajah Putih” dengan skor tipis 1-2.

Kekalahan tersebut membuat Indonesia akhirnya merasakan bagaimana rasanya kalah. Patut berterima kasih juga sama Thailand. Takutnya malah lupa diri dan jadi sombong kalau cuma menang saja kerjanya. Dengan kekalahan tersebut semoga Indonesia bisa belajar untuk menjadi lebih baik ke depannya.

Klasemen akhir grup menempatkan Indonesia harus turun ke peringkat kedua dengan 12 poin. Sementara Thailand merangsek naik ke posisi utama dengan 13 poin. Lawan Indonesia di babak semi final pun masih menunggu siapa juara dari Grup B.

Sejauh ini Myanmar, Malaysia, dan Timor Leste masih berpeluang untuk lolos ke babak selanjutnya. Pertandingan Grup B baru akan dilaksanakan hari ini. Satu yang pasti bahwa Indonesia tidak akan bertemu lawan yang kelewat tangguh macam Belgia ataupun Prancis.

Melawan Thailand yang kipernya belum pernah sekalipun memungut bola, Indonesia turun dengan susunan pemain terbaiknya. Pada menit-menit awal, Indonesia sempat memeragakan permainan agresif.

Namun selepas 10 menit, pemain Indonesia yang sepertinya mengincar gol cepat terlihat mulai mengendurkan tekanan. Maklum saja, pasti lelah kalau bermain cepat seperti itu. Kecuali punya paru-paru cadangan yang bisa dilepas pasang mungkin akan kuat berlari sepanjang 90 menit.

Perlahan Thailand mulai menguasai pertandingan. Tekanan yang mereka lakukan lumayan berbahaya membuat kiper Indonesia yaitu Aqil Savik jatuh bangun menyelamatkan gawang. Tendangan Sittichok Paso dari luar kotak penalti nyaris saja berbuah gol jika Indonesia bermain tanpa kiper.

Berulang kali ketangguhan Savik diuji oleh para pemain Thailand yang menguasai pertandingan di babak pertama. Thailand yang kesulitan untuk menembus pertahanan Indonesia pun banyak melakukan tendangan coba-coba tanpa ada hadiah motor seken.

Gol yang dinanti Thailand akhirnya tiba di menit ke-41. Tendangan jarak jauh Nattawut Chootiwat dari luar kotak penalti berhasil masuk ke ujung gawang Indonesia. Andai gawangnya pakai sendal, mungkin dihitung tidak gol. Skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Thailand.

Thailand langsung memperbesar keunggulan lima menit setelah pertandingan babak kedua berjalan. Kini giliran Matee Sarakum yang membuat Savik matee gaya ketika harus memungut bola kedua kalinya dari gawang.

Setelah tertinggal dua kosong, Indonesia semakin berani untuk menyerang. Saddil Ramdani dan kawan-kawan gantian menekan pertahanan Thailand di sisa waktu babak kedua.

Kebuntuan baru bisa pecah enam menit jelang pertandigan usai. Muhammad Rifad Marasabessy mencetak gol hasil umpan terukur tiang gawang Thailand. Hingga pertandingan berakhir skor 2-1 tetap bertahan untuk keunggulan Thailand.

Setidaknya Indonesia berhasil menjebol gawang Thailand untuk pertama kalinya di turnamen ini. Biar setidaknya jalan Thailand enggak langgeng-langgeng amat.

Meski kalah, performa timnas U-19 yang tampil baik sepanjang pertandingan grup mendapat pujian dari Menpora Imam Nahrawi. Ia berharap Indonesia mengulangi kesuksesan lima tahun silam ketika menjuarai AFF U-19 2013.

“Semoga pelatih Timnas U-19 terus meracik tim ini betul-betul memberikan rasa bahagia bagi kerinduan masyarakat Indonesia yang sudah lama ingin kembali seperti tahun 2013 kemarin,” kata Imam dikutip dari Detik.

Main photo: bolabanget.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here