Nasib yang berbanding terbalik terjadi pada dua Valverde dalam kurun waktu hanya beberapa hari. Jika sebelumnya Fede Valverde mendapat banyak pujian usai melakukan tekel kobra berbuntut kartu merah, Ernesto Valverde justru menelan pil pahit usai kena tekel kobra dari manajemen Barcelona.

Pengumuman pemecatan Valverde disampaikan langsung melalui pernyataan di situs resmi Barcelona.

“FC Barcelona dan Ernesto Valverde telah mencapai kesepakatan mengakhiri kontrak yang menyatukan kedua belah pihak. Klub secara terbuka menyatakan terima kasih kepada Ernesto Valverde atas profesionalisme, komitmen, dedikasinya, dan perlakuan positif yang selalu diberikannya terhadap semua yang membentuk keluarga Barca,” seperti dikutip dari Detik.

Keputusan untuk memecat Valverde sebenarnya sudah tercium cukup lama. Tuntutan #valverdeout kerap kali muncul kala Barcelona menelan hasil buruk. Padahal hal tersebut itu jarang jarang terjadi pada Barcelona.

Mereka juga saat ini masih memimpin klasemen La Liga. Tidak ada bersyukurnya memang para fans Barca ini. Tidak ada hormat-hormatnya mereka sama tim macam AC Milan, Manchester United, atau Arsenal yang hobinya sedih habis lihat skor kalau timnya main.

https://twitter.com/Sporf/status/1216846838059368449?s=20

Bahkan jika dilihat dari catatan pertandingan Valverde sejak 2017 lalu, mantan pelatih Athletic Bilbao memiliki statistik yang cukup bagus. Dari 163 pertandingan, ia meraih 108 kemenangan, 35 hasil imbang, serta 20 kali kalah.

Barcelona total mendapatkan empat trofi domestik bersama Valverde, yakni dua titel Liga Spanyol, satu gelar Copa Del Rey, dan satu Piala Super Spanyol.

Puncak dari ke-kzl-an Barcelona nampaknya adalah ketika Barcelona tersingkir dari semifinal Supercopa akhir pekan lalu usai menelan kekalahan dari Atletico Madrid.

Tak lama dari pemecatan Valverde, Barcelona disebut sudah memastikan menunjuk mantan pelatih Real Betis, Quique Setien, sebagai pelatih baru mereka.

Sulit memang mengucapkan nama pertamanya. Sama seperti saat pelajaran sejarah dulu saat disuruh mengucapkan nama Afonso de Albuquerque.

Pelatih berusia 60 tahun bisa dibilang akhirnya mewujudkan mimpinya untuk melath Barcelona komplit dengan sang cyborg, Lionel Messi. Setien mengaku merupakan pelatih yang sejak lama sudah mengidolakan Messi.

“Suatu hari, diundang oleh Guardiola, saya mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan Messi dari tepi lapangan. Saya menemuinya dan memintanya untuk bermain hingga saya 60 tahun, minimal sampai saya mati,” ungkap Setien seperti dilansir Detik.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here