Beberapa penggemar Arsenal mungkin sudah sempat melihat tayangan para pemain “The Gunners” yang berendam di air es saat mereka melakukan tur ke Singapura. Beberapa mungkin bingung dengan apa yang mereka lakukan. Namun hal tersebut ternyata merupakan salah satu terapi yang berguna untuk mempercepat pemulihan setelah melakukan latihan.

Jadi yang mereka lakukan bukan sekadar berendam-rendam tidak jelas agar ada konten untuk diunggah ke media sosial. Memang enak juga sebenarnya berendam di air es saat siang hari. Apalagi untuk para pemain Eropa yang sedang melakukan tur ke Asia. Paling-paling risikonya si ‘Joni Kecil’ bakal mengkerut jika terlalu lama berendam.

Daripada berendam di air panas, sudah pasti tidak enak kalau siang-siang. Apalagi kalau pakai minyak panas. Keluar-keluar bisa ada burung dara goreng krispi di sela-sela paha.

Lebih enak lagi berendam pakai es kelapa. Jadi kalau haus tinggal ambil sedotan lalu disruput saja air rendaman itu. Enak, bercampur keringat dan kadang air kencing.

Kembali ke pembahasan utama, terapi berendam di air es adalah sebuah hal umum yang dilakukan tak hanya oleh atlet sepak bola. Istilah kerennya terapi ini dinamakan sebagai cryotherapy. Kalau bahasa kampungnya ngobak di air es.

Hal ini umumnya berguna untuk mempercepat pemulihan serta mengurangi rasa sakit dan nyeri otot usai melakukan suatu latihan atau setelah berolahraga.

Teori berendam di air es berhubungan dengan fakta bahwa olahraga dengan metode yang cukup berat dapat menimbulkan microtrauma yaitu semacam cairan yang terdapat oleh otot. Beda dengan cairan yang suka berakhir hanya di seprai, dinding, atau selokan.

Namun sebenarnya adanya microtrauma merupakan tujuan dari olahraga sebab merangsang aktivitas sel otot dan membantu pemulihan kerusakan otot.

Proses tersebut berlangsung dalam jangka waktu 24 hingga 72 jam setelah melakukan olahraga. Berdasarkan hal tersebut, maka berendam dengan air es akan bertujuan untuk menyempitkan pembuluh darah serta membuang sisa-sisa kotoran yang ada di dalamnya.

Selain itu berendam dengan air es juga diyakini akan mengurangi pembengkakan serta kerusakan jaringan pada otot. Meskipun tidak ada standar mengenai durasi serta suhu yang baik untuk melakukan perendaman air es, namun beberapa ahli merekomendasikan untuk menggunakan suhu air antara 12 hingga 15 derajat celcius.

Jadi jangan dicoba dengan air 100 derajat celcius. Bisa-bisa nanti ada telur rebus setelah berendam. Sementara itu durasi ideal untuk melakukan perendaman berkisar di antara 10 menit hingga 20 menit.

Meskipun begitu, penelitian ilmiah yang dilakukan masih memiliki pro dan kontra tentang terapi ini. Sebagian pihak justru menilai bahwa perendaman air es justru menghambat pertumbuhan dan regenerasi serat otot. Hal ini jelas merupakan kabar buruk bagi orang yang ingin meningkatkan ukuran dan kekuatan otot macam Agung Hercules.

Selain terapi berendam pada air es, ada juga yang melakukan improvisasi dengan metode tersebut. Cara baru tersebut adalah dengan melakukan perendaman air dingin dan air panas secara bergantian. Hal itu dikatakan memaksimalkan manfaat yang didapat dari berendam dengan air es. Ada yang bilang juga buat mengurangi kesemutan buat orang yang hobi kesemutan. Tapi itu kan cuma ‘katanya’.

Jadi pada dasarnya, hingga saat ini terapi berendam dengan air es masih merupakan sebuah hal diperdebatkan manfaatnya. Beberapa atlet sendiri meyakini bahwa metode tersebut benar-benar memiliki pengaruh baik.

Untuk yang ingin mencoba, silakan membuktikan sendiri. Kalau mau tidak mainstream bisa juga dimodifikasi dengan variasi menggunakan es Mony misalnya.

Source 

Main photo: Sports Illustrated

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here