Meski sudah kehilangan Cristiano Ronaldo, Real Madrid sejatinya masih diisi oleh nama-nama bintang lainnya yang juga berperan penting pada keberhasilan “Los Blancos”. Karim Benzema yang berada di antara deretan nama tersebut mengaku bangga menjadi bagian dari generasi emas Madrid. Dia berambisi mengulang kesuksesan yang sudah diraih pada masa lalu itu.

Walau sebagian besar gol Madrid dibuat Ronaldo yang sudah hengkang, tapi tak membuat Madrid serta-merta menjadi tim sekelas Home United FC. Dengan skuat yang hampir tidak berubah dibanding musim sebelumnya ditambah dengan beberapa nama muda baru, kekuatan Madrid dipercaya tidak akan berubah banyak pada musim depan.

Dalam beberapa musim terakhir Madrid mampu membuktikan bahwa mereka adalah tim raksasa dunia. Empat gelar Liga Champions di mana tiga di antaranya secara beruntun sudah cukup menjadi bukti bahwa Madrid merupakan tim yang harus disegani. Tidak perlu lagi Madrid ditantang untuk menjuarai Copa Dji Sam Soe yang sudah tidak ada turnamennya tersebut.

Keberhasilan itu tidak terlepas dari skuat Madrid yang kini dihuni oleh banyak nama-nama besar. Dapat dibilang bahwa skuat Madrid saat ini hampir menyamai kekuatan “Los Blancos” pada beberapa dekade silam.

Pada masa-masa awal bergulirnya Liga Champions yang kala itu bernama Piala Champions, Real Madrid berhasil juara sebanyak lima kali secara beruntun. Walau yah, yang ikut cuma segelintir klub.

Kalau masih memiliki format seperti itu, mungkin tim-tim macam Las Palmas juga bisa jadi juara. Tapi ya tetap saja judulnya juara, namanya harum di Wikipedia.

Generasi emas itulah yang diharapkan Benzema dapat mengulangi masa lalu pada era 50-an itu. Padahal, Benzema juga saat itu belum lahir. Boro-boro lahir, dibuat saja belum. Betul-betul sok tahu.

“Kami menikmati masa keemasan. Kami mampu melakukannya karena membangun fondasi kuat setiap musim, sehingga memperbesar peluang melangkah jauh di Liga Champions,” papar Benzema, dikutip Liputan6.

“Ditambah lagi tekanan dan ekspektasi di awal musim. Itu menambah semangat kami. Situasi itu pula yang membuat saya mencintai klub ini,” sambungnya.

Agar bisa menyamai pencapaian di masa lalu, tim berkostum putih-putih kayak suster di film-film bokep itu mesti menyelesaikan tugas berat. Yaitu menambah dua edisi Liga Champions lagi. Meski hal tersebut jelas merupakan misi yang berat, namun Benzema yakin timnya bisa melakukannya.

“Tidak mudah memenangkan tiga Liga Champions secara beruntun. Kompetisi itu sangat sengit. Tapi kami punya skuat berkelas,” jelas pria berwajah ganteng agamis itu.

Sebelum bergulirnya musim 2018/2019, Madrid akan melakoni laga berat pada Piala Super Eropa 2018 melawan Atletico Madrid. Pertandingan akan digelar di Stadion Lillekula di Estonia pada Kamis (16/8/2018) dini hari.

Kedua tim bertemu sebagai perwakilan dari juara Eropa di musim lalu. Atletico merupakan juara dari Liga Eropa sementara Madrid merupakan pemenang dari Liga Champions.

Main photo: bandab.com.br

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here