Brasil berhasil melangkah semakin jauh pada gelaran Piala Dunia 2018. Setelah mengalahkan Meksiko dengan skor matapancing! yaitu 2-0 yang membuat Neymar dan kawan-kawannya melangkah ke babak perempat final. Kini mereka sudah ditunggu Belgia pada fase selanjutnya.

Terus melajunya Brasil ke babak selanjutnya tak terlepas dari jurus andalan yang wajib dikeluarkan kala bertanding yaitu mencetak gol. Sejauh ini belum ada tim yang berhasil juara Piala Dunia tanpa mencetak gol.

Tiap gol yang dilesakan Brasil pun dicetak oleh para pemain yang sedang bermain. Jarang sekali pemain cadangan yang mencetak gol dari bangku penonton. Pemain yang mencetak gol pun berbeda-beda tiap pertandingannya. Memang tak ada larangan selain striker untuk mencetak gol. Kiper juga boleh, asal jangan pemain cadangan yang tak bermain.

Meski demikian, masih ada saja pemain Brasil yang belum mencetak gol hingga saat ini di Piala Dunia 2018. Padahal sang pemain berposisi sebagai striker dan selalu menjadi starting line up di tiap laganya.

Nama tersebut adalah Gabriel Jesus yang masih saja gaje alias enggak jelas di depan gawang lawan. Dirinya selalu dipercaya oleh sang pelatih Tite, meski sama sekali belum mengeluarkan jurusnya sebagai striker.

Tugas striker sendiri sudah jelas yaitu mencetak gol. Bukan untuk menyoraki kiper lawan atau memberikan tebak-tebakan untuk para bek musuh.

https://twitter.com/AnythingLFC_/status/1013878272378265601

Padahal Roberto Firmino yang lebih sering menjadi pilihan kedua atau bermain sedikit ke belakang, justru sudah mencetak gol setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Namun untuk pertandingan selanjutnya, pelatih Tite sepertinya masih akan tetap pada pendiriannya dan memasang striker Manchester City itu di lini serang terdepan tim “Selecao”. Tite menilai bahwa Gabriel Jesus bermain dengan penuh pengorbanan dan sesuai dengan taktik miliknya.

Tite juga mengatakan bahwa sang pemain rela berkorban untuk bermain di posisi mana saja pada lini depan tim. Hal tersebut menurut Tite dia tunjukan ketika pertandingan saat melawan Mexico di babak perdelapan final.

Walaupun tidak mencetak gol, Gabriel Jesus dikatakan penempatan posisi sang pemain dinilai vital ketika Brasil melakukan serangan. Kritik yang banyak dilontarkan untuk lebih mengedepankan Firmino sepertinya tidak akan digubris oleh Tite. Mungkin dalam hati dia akan bilang, “gue pelatihnya, kenapa lo pade yang repot?”.

“Ini adalah pola 4-4-2 dengan kebebasan tingkat tinggi, lebih longgar, permainan umpan-umpan pendek, area yang melebar untuk sebuah pertandingan. Gabriel mengorbankan dirinya bermain di sisi kiri,” jelas Tite panjang lebar seperti dikutip dari Goal.

“Memahami pertandingan dengan aspek taktis, inilah yang terjadi. Meksiko mulai membangun permainan dari sisi kanan, Jesus memberi kami dukungan untuk aspek satu ini. Pada saat bersamaan, kami membawa Coutinho bermain lebih dekat dengan Neymar.” tambahnya.

Main photo: tvefamosos.uol.com.br

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here