Striker Juventus, Paulo Dybala, sepertinya belum mengenal rasa bersyukur. Meski timnya sudah menang telak 4-1 atas Palermo, striker mungil itu masih tak puas dengan permainan timnya. Mungkin dia inginnya bisa menang 8-1 kayak skor futsal.

Memang terlihat belagu, tapi maksudnya Dybala permainan Juve masih di bawah standar, banyak melakukan kesalahan, dan justru kerap ditekan tim tamu yang suka melakukan gegenpressing. Dengan permainan semacam itu, Dybala menilai belum cukup untuk menghadapi Porto di Liga Champions minggu depan.

Untungnya, Juve mampu memanfaatkan semua peluang sehingga bisa cetak gol cukup banyak. Padahal, tendangan ke gawangnya juga hanya empat kali tapi keempat-empatnya masuk semua.

“Saya pikir kami telah membuat langkah besar ke depan, tapi kami tak bermain dengan baik. Melawan Porto kita harus mengubah sikap dan mental kita, itu tak akan mudah dan kami harus fokus untuk pertandingan nanti,” ujarnya dikutip Mediaset.

Pada laga itu, Dybala membuat dua gol dan satu assist. Berhubung yang dihadapinya adalah sang mantan, tapi sulit untuk dilupakan, dia pun tidak melakukan selebrasi. Maklum, yang namanya mantan memang di mana-mana begitu. Kadang suka begitu saja hadir di pikiran kita.

Padahal, gol yang diciptakannya cukup bagus. Terutama gol tendangan bebas yang tak bisa dijangkau kiper Josip Posavec. Tentu saja, kalau bisa dijangkau berarti namanya tidak gol.

Dybala sempat mengulangi selebrasi yang baru diciptakannya dan sempat mengguncang dunia maya itu, tapi cuma sekadar formalitas saja. Kayak sekuriti yang mengecek bagasi mobil di mall-mall.

“Saya tahu jika saya mencetak gol, saya tak akan merayakannya, untuk menghormati mantan penggemar saya dan rekan tim saya,” tambahnya.

Main photo credit: Sports Illustrated

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here