Monaco akan berhadapan dengan Juventus di leg pertama semifinal Liga Champions Rabu malam. Tim yang lagi ganas-ganasnya mencetak gol itu sepertinya berhasrat dapat menjebol gawangnya Gianluigi Buffon.

Hal itu dikemukakan oleh Radamel Falcao, striker yang kembali bersinar setelah sebelumnya redup. Mungkin mengikuti idenya Kartini, habis gelap terbitlah terang. Belakangan, Falcao lagi subur kembali dengan membuat banyak gol.

Setidaknya tercatat 28 gol dari 38 laga musim ini dilesakkan oleh pemain ber-KTP Kolombia itu. Itulah mengapa, dia kini bernafsu bisa membobol gawang Buffon yang kebetulan belum pernah dihadapinya secara langsung.

Rada belagu memang, gawang kiper terbaik di dunia abad ini ditambah lini pertahanan yang keras bak otot Ade Rai coba-coba dibobolnya. Namun, tidak salah juga kalau Falcao punya hasrat demikian karena sejatinya dia adalah seorang striker yang tugasnya mencetak gol.

Kalau kiper tugasnya menjaga gawang dari kebobolan. Bek tugasnya mengawal pertahanan di depan kiper, dan gelandang tugasnya mengaliri bola dari belakang ke depan atau dari depan ke belakang, suka-suka dia saja.

“Buffon? Sudah jelas dia kiper hebat. Kami semua mengaguminya. Saya sendiri tak pernah bertemu dengannya jadi dapat mencetak gol ke gawangnya bakal jadi sebuah stimulus tambahan,” kata Falcao dikutip Football Italia. 

Tingginya nafsu Falcao tentunya bukan berarti suka sesama jenis. Tetapi nafsu yang ingin mencetak gol dan pastinya bukan tanpa sebab.

Jika Monaco jadi tim terproduktif selama fase gugur dengan selalu mencetak tiga gol, beda dengan Juventus yang belum kebobolan sama sekali di fase grup. Lawan Barcelona kemarin yang diisi Trio MSN, mereka frustrasi dibuatnya.

Namun, Falcao juga harus tenang jika sudah berhadapan dengan Buffon. Pasalnya, tidak jarang pemain kelas dunia mentalnya ngedown saat bertemu kiper yang rambutnya mulai beruban itu. Apalagi usianya jauh lebih tua, jangan sampai dibilang kualat.

Kaki para pemain bermental culun itu biasanya suka gemetar kakinya, alhasil tendangannya bakal ngaco dan entah ke mana. Minimal dapat dimentahkan dengan mudah oleh tangan keriput si Old Man. 

“Saya pikir laga melawan Juve akan jadi yang terpenting buat kami musim ini. Semifinal ini merupakan kesempatan luar biasa terutama buat usia saya yang mungkin tak akan terjadi lagi,” sambungnya.

Main photo credit: Metro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here