Theo Hernandez makin menunjukan kilaunya setelah bergabung dengan AC Milan. Bek rasa pemain depan itu disebut bisa menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Sama seperti kata orang-orang kalau adik sering ngikutin kakak, Lucas Hernandez yang kini bermain untuk Bayern Munchen, Theo juga bermain sebagai bek kiri.

Kembali seperti kakaknya, sebelumnya Theo juga merupakan pemain binaan dari akademi Atletico. Sebelum sempat menembus skuat inti Atletico Madrid, di tahun 2017 Real Madrid menebus sang pemain.

Sempat dipinjamkan ke Real Sociedad pada musim lalu, total Theo hanya bermain sebanyak 23 kali di semua kompetisi untuk Madrid.

Maklum, namanya Madrid isinya memang pemain-pemain yang kalau bensin level pertamax semua. Tidak ada yang premium. Paling-paling mentok pertalite.

Bersama Sociedad pun, karier Hernandez juga kurang berkembang hingga akhirnya dipinang oleh Milan.

Hernandez dibeli AC Milan dari Real Madrid pada musim panas lalu dengan banderol 20 juta euro.

https://twitter.com/IFTVofficial/status/1242920787419574273?s=19

Keputusan Milan untuk mendatangkannya cukup menjadi sorotan. Mengingat sang pemain ini tidak begitu cemerlang kariernya.

Namun sejak bermain untuk Milan, Theo menjelma jadi salah satu bek yang punya status n666eri.

Bagaimana tidak, bermain sebagai bek kiri, ia sempat memimpin puncak pencetak gol terbanyak Milan dengan total enam sumbangan serta mampu membuat dua assist. Hanya tertinggal dari Ante Rebic yang belakangan juga jadi gacor.

Bek rasa-rasa pemain depan macam Roberto Carlos saja dia. Kalau di Winning Eleven PS1, Carlos ini bahkan sering dipasang sebagai ujung tombak saking jagonya.

Sudah menjadi penghuni tetap posisi bek kiri Milan, Theo dianggap bisa jadi salah satu yang terbaik di dunia andai mampu mempertahankan performa saat ini.

“Theo masih sangat muda saat tiba di Madrid dan mungkin mereka sedikit kurang sabar dengannya,” ujar agen Hernandez, Manuel Garcia Quilon, dikutip dari Detik.

“Anda butuh kesabaran ekstra menghadapi pemain berkualitas sepertinya dan Anda harus memberinya ruang. Dia tidak mendapatkan itu di Real Madrid,” sambungnya.

“Klub besar seperti Real Madrid ingin pemain jadi dan kadang tidak sabar dengan pemain muda.”

“Maka mereka kerap mencari tim lain yang bisa membuat performanya mencuat, seperti Theo di Milan. Jika dia mampu mempertahankan performanya seperti ini dan didukung penuh klub, dia bisa jadi bek kiri terbaik dunia,” tutup Quilon.

Main photo: @optapaolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here