Lazio boleh bersyukur Bayern Muenchen memasang settingan atau mode santai saat menjamu mereka di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Hasilnya? Lazio tidak dibantai dan cuma kalah 1-2.

Bayern yang ngegas di leg pertama sampai menang 4-1, menjaga ritme mereka di leg kedua. Hitung-hitung buat simpan tenaga, soalnya sudah menang besar 4-1 juga.

Bagi Lazio jelas sangat menyulitkan. Mereka mesti menang minimal 4-0 buat lolos ke babak berikutnya. Jadi dari Lazionya sendiri juga sudah pasti pasrah. Melawan Bayern sang juara bertahan yang begitu besar, sementara Lazio saja baru balik lagi ke Liga Champions setelah beberapa abad.

Untunglah, Bayern memasang settingan santai sehingga Lazio tidak dibantai lagi. Kalau sampai dibantai, sudah pasti Lazio ini di-invite ke grup WA “Korban Pembantaian Bayern”. Sampai sekarang sepertinya Lazio belum di-invite.

https://twitter.com/brfootball/status/1372284944198873095

Bayern juga tampil tanpa menurunkan kiper sekaligus kapten Manuel Neuer. Bukan apa-apa, karena Neuer kabarnya memang lagi flu. Jadi kalau cuma lawan Lazio, tidak masalah diistirahatkan sejenak.

Lazio sendiri juga makin kasihan. Sudah defisit golnya banyak, pakai ada acara kena penalti segala. Vedat Muriqi kedapatan menjatuhkan Leon Goretzka di kotak penalti. Sudah tahu main bola, malah mengajak gulat segala.

Robert Lewandowski pun tak segan-segan memanfaatkan peluang emas itu. Sekaligus untuk memberi jarak aman buat timnya dari Lazio.

Di babak kedua, pemain pengganti Eric Maxim Choupo-Moting menambah keunggulan pada menit ke-73. Mendapat umpan empuk dari David Alaba, Choupo cukup mencungkil bola melewati Pepe Reina.

Lazio sempat memperkecil kedudukan lewat sundulan Marco Parolo, tetap hal itu tidak ada gunanya. Sekadar buat tambah-tambah statistik golnya Parolo saja. Setidaknya dia pernah bikin gol di Liga Champions.

“Ada beberapa tim tidak bisa dilawan. Bayern adalah salah satunya. Kami bangga bisa tampil di panggung Eropa dan menimba pengalaman karena tidak terkalahkan di babak penyisihan,” kata Simone Inzaghi, pasrah, dikutip Republika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here