Usai kalah dari Real Madrid, Bayern Muenchen kembali mendapat hasil kurang enak saat ditahan imbang 0-0 oleh Bayer Leverkusen di Bundesliga. Muenchen sepertinya mengalami ejakulasi dini tanpa hasil alias “Edi Tansil”.

Bagaimana tidak, tim super bintang itu melepaskan 21 tembakan, enam di antaranya on-target tapi tak satupun membuahkan hasil. Padahal, Leverkusen bermain dengan 10 orang setelah Tin Jedvaj diusir oleh wasit. Tentu saja oleh wasit, kalau oleh temannya sendiri dia pasti tidak mau.

Hal itu diakui pelatih Carlo Ancelotti. Dia mengeluhkan penyelesaian akhir Thomas Mueller dan kawan-kawan yang malah buang-buang peluang, bukannya bikin gol. Padahal gawangnya lebar banget, peluangnya besar.

“Performa tim ini bagus, penuh intensitas, dan membuat banyak peluang. Tapi kadang cuma bisa seri yang kami dapatkan padahal kami pantas menang,” kata pelatih yang pandai berbahasa Italia sejak lahir itu.

Hasil gambar untuk edi tansil
Ini yang namanya Edi Tansil, yang suka dipakai jadi istilah impotensi dalam seksologi. (Source: misterianeh)

Mueller yang tampil sebagai ujung tombak Muenchen, ternyata tak mampu memanfaatkan “tombak”-nya untuk menemui sasaran. Padahal tinggal jleb saja, orgasme di depan mata, tinggal tunggu hasilnya.

“Banyaknya peluang yang terbuang adalah hal fatal. Kami punya tiga sampai lima peluang emas, bahkan saya juga punya peluang. Tapi kami malah frustrasi dengan diri kami sendiri,” ujar Mueller dalam bahasa Jerman.

Main photo credit: Bavarian Football Works

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here