Masih belum ada kata jera bagi Bayern Muenchen untuk membantai lawan-lawannya dengan skor anti-mainstream. Mereka harus hati-hati dengan karmanya.

Bayern yang hobi membantai itu memang baru saja membantai korban terakhirnya yakni RB Salzburg, yang tak ada hubungan saudara dengan RB Depok. Skornya cukup out of the box, yakni 6-2.

Sebenarnya Bayern mau menyamai torehan skor besar sebelumnya sampai 8-2. Namun khawatir fans Barcelona kelojotan. Soalnya kalau Bayern menang segitu, sudah pasti Barcelona bakal disenggol-senggol lagi.

Pertandingan sebenarnya sempat berjalan imbang hingga menit ke-66, di mana Mergim Berisha sempat membuat Salzburg unggul 1-0, lalu disamai oleh penalti Robert Lewandowski dan agen ganda Rasmus Kristensen.

Masaya Okugawa yang dilihat dari namanya bukan berasal dari Lampung itu lalu menyamai kedudukan jadi 2-2. Sayangnya, petaka pembantaian baru dimulai 10 menit terakhir.

Namanya juga Bayern. Dikira enak dan lurus saja gitu mainnya. Bayern kan hobi nge-prank. Masak mau membiarkan saja berakhir dengan skor 2-2 atau 3-2. Tidak asyik lah, maunya 6-2.

Soalnya pada belasan menit terakhir, bobol lah itu gawang Salzburg sampai empat kali. Pelakunya Jerome Boateng, Leroy Sane, Lewandowski, dan Lucas Hernandez.

Bayern ini mesti hati-hati. Pada awal musim mereka sudah kena karma dibantai Hoffenheim 1-4. Mungkin itu akibat karma membantai Barcelona dan Schalke. Siapa tahu saja, namanya karma setelah ini mereka dibantai oleh Mainz sampai 0-9.

Seperti yang ditulis Republika, Hansi Flick mengeklaim permainan Salzburg sama seperti yang dianalisa sebelum pertandingan. Ketika mereka memenangkan perebutan bola makan transisi yang diterapkan sangat bagus. Tuan rumah terkadang membuat anak asuhnya kesulitan.

“Namun demikian pada akhirnya kami menunjukkan kekuatan kami,” ujarnya dikutip dari laman resmi klub.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here