Bayern Muenchen sukses membalaskan kekalahan mereka dari Paris Saint-Germain (PSG) di laga terakhir penyisihan grup Liga Champions. Tim asal kota Muenchen itu berhasil mengalahkan PSG dengan skor 3-1.

Bayern sudah diingatkan bahwa dendam itu tidak baik. Tapi nyatanya mereka tetap ngotot membalaskan kekalahan 0-3 dari PSG di pertemuan pertama. Meski skornya tak identik sama 3-0, tapi minimal mengobati kekecewaan mereka.

Sekaligus membuktikan bahwa Bayern tetaplah tim kuat di Eropa. Ditambah pembuktian bahwa PSG ini juga bisa dikalahkan. Tidak superior-superior amat. Di Ligue 1 saja kemarin mereka kalah 1-2 dari Strasbourg. Membuktikan kalau pemain-pemainnya adalah manusia, bukan pemain editan.

Baru berjalan delapan menit, “FC Hollywood” sudah mampu menceploskan bola ke dalam gawang. Ya gawang, bukan keranjang di lapangan basket. Adalah Robert Lewandowski yang rambutnya sok-sokan diwarnai putih biar kayak kakek-kakek, jadi pencetak golnya.

Sundulan asal-asalan Kingsley Coman jatuh di kaki Lewandowski yang berdiri bebas tanpa kawalan petugas Patwal. Jebakan Offside yang diterapkan bek-bek PSG gagal dilakukan karena Dani Alves ternyata berada di posisi sejajar dengan Lewy.

Dengan enak Lewy menyerok bola laksana petugas dinas kebersihan menyerok air got menggunakan pengki. Kiper Alphonse Areola cuma bisa pasrah dan termenung.

PSG mencoba bangkit dan menyerang gawang Bayern. Namun usahanya gagal semua, ada yang ditepis ada juga yang keluar. Yang ada mereka kebobolan lagi pada menit ke-37 lewat tandukan domba Garut Corentin Tolisso.

Umpan sedap micin dari James Rodriguez ditanduk dengan sempurna oleh Tolisso. Meski Areola sudah menjatuhkan diri, tapi gerakannya cuma jadi formalitas belaka.

Di babak kedua, usaha PSG akhirnya ada hasilnya. Lewat sebuah skema cantik, Edinson Cavani memberikan umpan selezat rendang Padang untuk ditanduk oleh Kylian Mbappe.

Dari situ, PSG merasa penasaran ingin mencetak gol lagi, tapi Sven Ulreich kiper Bayern tampil ganteng dan gemilang. Bayern juga sama, beberapa kali gantian menyerang sehingga tercipta pertandingan yang cukup seru.

Sangat disayangkan laga besar nan seru ini tidak ditayangkan di TV lokal Indonesia. Kasihan sekali orang Indonesia, cuma menyaksikan laga Manchester United (MU) melawan CSKA Moskow mentang-mentang MU banyak fans-nya. Alhasil, penduduk Indonesia cuma bisa nonton lewat TV berbayar atau streaming-an saja yang menghabiskan kuota.

Apapun itu, Bayern malah kembali mencetak gol. Lagi-lagi lewat Tolisso yang membuat gol pada menit ke-69. Umpan Coman sukses ditendang standar oleh pemain berusia 23 tahun berkebangsaan Prancis itu. Skor 3-1 terpampang di papan skor pada akhir laga.

Bayern sukses menuntaskan dendamnya. Meski mereka masih berada di bawah PSG karena kalah head to head gol tandang. Apalagi, PSG juga menangnya gede-gede banget. Kalaupun head to head-nya sama, pasti tetap akan PSG yang jadi juara grup karena selisih golnya yang berada di luar akal sehat, 25 berbanding empat!

“Performa hari ini menunjukkan bahwa Bayern semakin baik dari hari ke hari. Kami tumbuh dengan kepercayaan diri. Saya juga senang dengan penampilan beberapa pemain seperti Coman serta Tolisso. Mereka makin berkembang,” ucap Jupp Heynckes dilansir situs resmi UEFA.

Sementara di kubu PSG, kekalahan ini cukup mengecewakan karena mereka juga tampil baik. Meski Bayernnya lebih baik lagi. Biar merasa tampil baik kalau ujung-ujungnya kalah, ya berarti tim lawan masih lebih baik.

“Hal terpenting adalah berada di puncak klasemen. Jika Anda melihat bagaimana performa kami sepanjang penyisihan, kami sangat puas. Memang sulit jika menghadapi tim sekuat Bayern,” ujar pelatih PSG, Unai Emery.

Main photo: @FCBayern

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here