Juventus berhasil melangkah ke babak perempat final Liga Champions usai menundukkan klub akamsi Portugal, Porto, dengan skor 1-0. Kelulusan ini langsung dirayakan para pemain Juve dengan gegap gempita. Mereka langsung percaya diri bisa menjuarai Liga Champions. Padahal ya, perjalanan masih jauh, menangnya juga baru lawan Porto.

Sejak awal Juve langsung menggembok permainan dengan melancarkan serangan tak sampai tujuh hari tujuh malam. Beberapa kali usahanya meleset, mungkin karena gawangnya kurang besar.

Gol pun tercipta (lagi-lagi) lewat titik penalti setelah bek Maxi Pereira sok-sokan mau jadi kiper dengan mengeblok tendangan Gonzalo Higuain memakai tangannya. Memang terlihat jelas sekali dari Indonesia bahwa tangan Maxi menghentikan laju bola.

Menurut aturan setempat yang berlaku, mau sengaja atau tidak, tetap pelanggaran. Apalagi, kejadiannya tepat di mulut gawang Iker Casillas sehingga bisa dianggap menghalangi terjadinya gol. Maxi pun langsung dikartu merah dan diusir secara perlahan oleh sang wasit.

Paulo Dybala tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datangnya sekali-sekali kayak tukang jahit di komplek-komplek perumahan. Dia mampu mengecoh salah satu kiper terbaik di dunia, si Casillas, yang geraknya hanya sekadar formalitas.

Unggul satu pemain, jelas bikin Juve makin digdaya. Mereka berulang kali mengancam gawang Casillas tapi tak mampu menuntaskan hasratnya yang sudah kepalang tanggung. Akibatnya, mereka cuma bisa menang 1-0 saja.

Melihat hasil ini, para masyarakat Juve langsung sesumbar bisa memenangkan Liga Champions. Padahal masih ada lawan berat seperti Barcelona, Bayern Muenchen, dan Real Madrid. Perjalanannya juga masih panjang. Masih butuh lima pertandingan lagi, dua leg di perempat final dan semifinal, plus satu laga di final.

“Kami telah membuat langkah besar, kami yakin dengan kemampuan kami bisa mewujudkan mimpi kami sejak beberapa tahun lalu di Eropa,” kata Il Capitano, Gianluigi Buffon, yang makin hari makin terlihat tua.

Dybala juga menuturkan hal yang sama. Selain girang bisa membobol gawang Casillas, pemain yang bisa berbahasa Argentina itu bahkan sudah memilih calon lawannya di final. Sok banget.

“Apakah saya ingin bertemu Barca, Real Madrid, atau Muenchen? Saya memilih Barca di final. Memang ada banyak tim hebat, tapi kami punya kualitas yang bisa memenangkan trofi,” ucap Dybala dikutip Soccerway. 

Bagaimanapun gayanya, percaya diri memang harus ditegakkan demi mewujudkan mimpi mereka menjuarai Liga Champions yang terakhir diraihnya saat zaman Orde Baru.

Main photo credit: bola.rakyatku.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here