Leroy Sane tidak masuk dalam skuat timnas Jerman pada Piala Dunia 2018 yang lalu. Baru-baru ini, Toni Kroos buka suara terkait kejadian tersebut. Menurutnya perlu ada beberapa sikap yang harus diperbaiki oleh Sane ke depannya.

Winger Manchester City sempat  menjadi perbincangan jelang berlangsungnya gelaran Piala Dunia 2018 lalu. Sebab dirinya tidak masuk ke dalam skuat “Der Panzer” yang akan berlaga ke Rusia. Padahal Sane menunjukan performa yang impresif sepanjang musim kala bermain untuk “Citizens”.

Walau tidak diajak ke Rusia oleh Joachim Loew sewaktu itu, untungnya Sane tidak ngambek dan ngacak-ngacak rumahnya sendiri lalu dibereskan sendiri. Kini Sane kembali dipanggil untuk membela skuat Jerman dan ia pun menyambut baik tawaran tersebut.

Namun pada momen kembalinya Sane, ia langsung mendapat komentar dari rekannya yaitu Kroos. Gelandang Real Madrid tersebut tak lupa memberi petuah kepada Sane secara gratis.

Mungkin ada versi premiumnya yang harus bayar per tiga bulan macam Spotify. Nantinya tiap hari, Sane bisa mendapatkan SMS-SMS motivasi dan wejangan untuk menjalani hidup. Kalau bosan, tinggal balas ketik UNREG.

Kroos menduga bahwa salah satu hal yang membuat Sane tidak dipilih masuk ke skuat Jerman sebab winger berusia 22 tahun tersebut kurang bersungguh-sungguh.

Mantan pemain Bayern Munchen itu juga mempermasalahkan bahasa tubuh yang ditunjukan oleh Sane. Menurutnya bahasa tubuh Sane tidak menunjukan kepedulian mengenai kondisi tim.

Entah seperti apa bahasa tubuh dari Sane itu. Mungkin dia sering tiba-tiba kayang sembarangan atau hand stand dan bermain dengan satu tangan jadi mengganggu Kroos yang sedang latihan.

Menurut Kroos hal tersebut sebenarnya memang terdengar sederhana. Namun ia tak lupa menjelaskan bahwa bahasa tubuh seorang pemain bisa memberikan dampak kepada rekan satu tim, pelatih, maupun para fans.

https://twitter.com/FootyAccums/status/1037281168281010176

Hal ini menurut Kroos menjadi kelemahan Sane karena sering menunjukan gestur yang tidak sesuai. Mungkin orang lagi sedih karena Jerman kalah, Sane ini malah joget-joget gaya Caesar yang dulu sering nongol di televisi saat sahur. Tidak tahu diri memang kalau begitu caranya.

Namun hal tersebut kurang lebih benar adanya. Kroos mengatakan bahwa Sane kerap menunjukan gestur seolah tidak peduli misalnya saat timnas Jerman mengalami kekalahan.

“Saya pikir dia (Sane) adalah pemain yang bertanding untuk tim, tentu saja, tidak ada yang mengatakan tidak. Keputusan untuk tidak membawanya ke Piala Dunia terjadi sebelum saya ada di sana, jadi saya tidak tahu bagaimana dia dalam pelatihan,” ujar Kroos dikutip dari Okezone.

Kroos juga tidak lupa memberikan komentar positif tentang Sane. Ia menganggap Sane bisa menjadi pemain kelas dunia.

“Dia bisa menjadi pemain kelas dunia. Tetapi dia butuh orang yang harus memberi tahu dia apa yang harus dilakukan. Itulah yang dilakukan Pep Guardiola (manajer Manchester City), saat tidak memainkannya. Dia ingin melecutnya sedikit,” kata gelandang Jerman itu dikutip dari Liputan6.

Sane seperti yang diketahui juga mendapat sedikit ‘hukuman’ dari Pep Guardiola terkait dengan sikapnya. Musim ini, pemain berusia 22 tahun hanya bermain selama 30 menit untuk City.

Main photo: nzz.ch

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here