Barcelona sudah coba-coba berharap siapa tahu bisa comeback di leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim ini. Apalagi mereka pernah melakukannya lawan PSG beberapa tahun silam.

Menghadapi lawan yang sama, mereka tertinggal 0-4 di leg pertama. Bedanya, leg pertama terjadi di kandang sendiri atau di Camp Nou. Menghadapi PSG di Parc des Princes, Barcelona hanya bisa bermimpi. Mimpi kali yee…

Boro-boro mau comeback, menang saja enggak. Pada leg kedua ini, Barca cuma bisa seri 1-1. Itu saja sudah untung tidak dibantai. Maklum, biasanya Barcelona suka dibantai pada laga knock-out. Hal itu sudah terjadi di leg pertama.

Lionel Messi apalagi. Jangan berharap bisa comeback dengan skuat masa kini. Dikira masih ada Andres Iniesta dan Xavi. Berharap dapat dua penalti lagi. Itulah kenapa, jangan bermimpi.

Pada comeback fenomenal beberapa tahun lalu itu, ingatlah bahwa Barcelona dibantu dua penalti. Itulah yang membuat mereka mampu menang 6-1. Namun kali ini, jangan bermimpi.

Penalti sebenarnya sudah diberi, lumayan dapat satu. Tapi yang bikin gagal justru Lionel Messi.

Barca tertinggal lebih dulu lewat gol penalti Kylian Mbappe. Yang ngarep Barca, yang dapat justru PSG. PSG dapat voucher setelah Mauro Icardi diinjak kakinya oleh Clement Lenglet.

Sangat tanggung sekali. Mending injak sekalian batang lehernya apalagi buat pria yang merebut istri orang macam Icardi.

Messi sempat membalasnya enam menit berselang lewat tendangan jarak jauh Anyer-Panarukan. Sebuah tendangan yang patut menuai pujian.

Nah, di ujung babak pertama, Barca akhirnya dapat hadiah yang diharapkan. Voucher diberikan setelah Antoine Griezmann ditendang tak sengaja oleh Layvin Kurzawa.

Sayangnya, tendangan Messi bisa ditepis Keylor Navas yang lalu mantul ke tiang gawang. Pupus lah peluang dan harapan.

Padahal, andai saja penalti itu masuk, tentu membuka harapan buat Barca untuk mencetak tiga gol di babak kedua. Bukan suatu hal yang tidak mungkin. Liverpool saja bisa melakukannya pada 2005.

“Kami membuat sejumlah peluang yang membuat tim lawan kesulitan. Kami bermain dengan sangat bagus di babak pertama, kami tampil superior dan juga menunjukkan sikap yang bagus,” ucap Koeman dikutip Bola.net.

“Kami layak mendapatkan hasil yang lebih baik dari laga ini. Setidaknya kami seharusnya unggul 1-2 di jeda pertandingan, dan jika itu terjadi maka segalanya akan berubah,” ujarnya, sedikit menyalahkan Messi. Fufufu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here