Juventus secara tak terduga, tapi bisa diduga, sukses membantai Barcelona di Camp Nou dengan skor 3-0. Dengan kemenangan ini Juve berhasil finis menjadi juara Grup G Liga Champions.

Memang rada sulit juga mendeskripsikannya. Di satu sisi peluang Juve buat jadi juara grup memang kecil, sekecil peluang Bagyo Wahyono memenangkan Pilkada Solo, yang jadi lawannya Gibran anak Jokowi.

Soalnya Juve butuh menang 3-0 di Camp Nou, sebuah hal yang sulit dilakukan. Soalnya belum ada tim yang mengalahkan Barca di Liga Champions di Camp Nou sejak 2013. Boro-boro kalah 0-3.

Tapi di sisi lain, Barcelona juga lagi culun musim ini. Di La Liga saja berada di urutan kesembilan. Terakhir mereka kalah dari Cadiz. Jadi kalau Juve bisa menang 3-0 juga dapat diduga alias wajar.

Pada jalannya pertandingan, Juve memang mainnya rapi banget macam tumpukan pakaian kalau disusun sama ART. Mereka main tenang dan santai kayak di pantai.

Baru berjalan 13 menitan, Cristiano Ronaldo yang comeback di Camp Nou sukses membawa Juve unggul. Setelah menerobos pertahanan Barca, Ronaldo dijatuhkan Ronald Araujo.

Melihat hal itu, wasit langsung memberikan voucher penalti yang tidak dijual di Carefour. Ronaldo menggesek voucher tersebut dengan mantap.

Tujuh menit kemudian, Juve menggandakan keunggulan lewat gol keren Weston McKennie. Berawal dari Aaron Ramsey, dia memberikannya kepada McKennie.

McKennie lalu mengopernya kepada Juan Cuadrado. Cuadrado kemudian melepaskan umpan crossing santai, secara tak sengaja melakukan umpan osore wancu dengan McKennie.

McKennie yang tak terkawal langsung mengeluarkan jurus tendangan gunting ke gawang Marc-Andre Ter Stegen. Tak diketahui apakah itu gunting rumput atau gunting batagor.

Barca mencoba bangkit dan mengurung pertahanan Juve. Beberapa kali Lionel Messi mengetes gawang Juve yang dikawal opa Gianluigi Buffon. Namun om Buffon ternyata masih belum luntur kekuatannya.

Beberapa kali tendangan Messi bisa ditepisnya. Kira-kira ada tiga shoot Messi yang cukup berbahaya bisa ditahan Buffon. Luar biasa sekali opa yang satu ini. Tidak ingat umur sudah mau 43 tahun.

Di babak kedua, Juventus tampak ‘kentang’ alias kena tanggung kalau cuma menang 2-0. Soalnya kalau menang segitu mereka masih berada di runner-up. Tanggung banget.

Makanya, Juve ingin menambah gol lagi. Alhamdulillah, garis takdir sudah menuliskan Juve menjadi juara grup. Soalnya Clement Lenglet malah main basket di kotak penalti.

Setelah melihat CCTV, wasit dengan tegas menunjuk titik putih. Voucher diberikan lagi kepada Ronaldo yang bisa digesek dengan sempurna.

https://twitter.com/RM4Albanian/status/1336428845356998658

Juve sebenarnya bisa menambah keunggulan jadi 4-0 andai gol Leonardo Bonucci tak dianulir wasit. Bisa-bisa makin top ini aksi bully mem-bully jika Barca sampai kalah 0-4.

Juventus memastikan jadi juara grup setelah wasit meniup peluit panjang. Dengan kemenangan 3-0, Juve unggul head to head dengan Barcelona karena di pertemuan pertama Barca hanya menang 2-0 di Allianz Stadium.

“Kami telah menyiapkan pertandingan ini untuk menciptakan superioritas di lini tengah dengan tiga pemain melawan dua pemain mereka. Taktik berjalan dengan baik dan para pemain melakukan tugas dengan baik untuk menciptakan peluang,” ujar Andrea Pirlo.

Sedangkan Ronald Koeman tampak kecewa. Di babak kedua saja dia sudah geleng-geleng kepala macam lagi tipsy.

“Kami harus menganalisa pertandingan ini. Saya pikir kami kalah dalam setengah jam pertama karena kami memulai dengan awal yang buruk, tidak bermain dengan baik dalam bertahan, kurang agresif di lini tengah, dan Juve bermain bagus,” ujar Koeman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here