Barcelona harus meratapi nasibnya tersingkir dari Liga Champions. Mereka gagal melakukan Remontada alias comeback seperti yang mereka lakukan lawan Paris Saint-Germain (PSG). Sayang, Juventus bukanlah PSG. Mereka lupa kalau dari seragamnya saja warnanya sudah beda.

Barca memang mengurung pertahanan Juve sejak awal. Tapi, pertahanannya Juve terlalu rapat kayak kemacetan kota Jakarta. Hampir tak ada celah, sekalinya ada celah paling cuma bisa buat motor.

Mereka akhirnya pulang dengan tangan hampa, mencetak gol saja tidak bisa. Baik di leg pertama maupun leg kedua. Ini pertama kalinya buat Barca gagal mencetak gol di Camp Nou dalam 21 laga di Liga Champions.

Dari awal, para pemain Barcelona memang terlihat bernafsu bisa bikin gol pembuka. Terlihat dari kurang sabarnya para pemain Barca yang diakhiri tendangan melambung jauh di atas angan-angan.

Hasil ini menjadi ketiga kalinya bagi “Blaugrana” terhenti di perempat final dalam empat edisi terakhir. Dua kekalahan lainnya terjadi saat disingkirkan Atletico Madrid pada 2013/14 dan 2015/16.

Beragam perasaan ada di benak para pemain Barcelona. Ada yang tetap bangga dengan atmosfer di Camp Nou yang suporternya terus menyemangati tanpa henti. Ada yang menangis seperti Neymar, sejak ditiup peluit akhir sampai ke ruang ganti masih saja menangis.

Hasil gambar untuk neymar cry juventus
Neymar tak kuasa menahan tangis, sedang ditenangkan oleh sahabatnya yang sudah berganti haluan. (Source: AS English)

Atau yang menyesal seperti pelatih Luis Enrique. Begitulah, penyesalan selalu datang belakangan, kalau di depan namanya down payment.

“Leg pertama yang sangat buruk di Turin telah membuat kami tersingkir. Saya akan mengingat banyak momen dari pertandingan di Turin. Pada leg kedua merupakan pertandingan bagus antara dua tim hebat, saya berikan pujian kepada Juventus,” kata Enrique kepada Mediaset Premium. 

Lain halnya dengan Gerard Pique, dia lah yang bangga dengan atmosfer Camp Nou seperti yang disebutkan sebelumnya. “Melihat Camp Nou seperti itu setelah kekalahan dari Juventus membuat saya bangga menjadi Cule (warga Barcelona),” ujar pasangannya Shakira itu, dikutip Football-Espana.

Dia juga memuji kokohnya pertahanan Juve, sulit menganalogikan betapa kokohnya pertahanan mereka. Bisa mencetak cleansheet dalam 531 menit di Liga Champions.

“Juve tahu bagaimana bertahan dengan sangat baik dan mereka membuktikannya. Juve memainkan gaya sepak bola yang cocok untuk mereka,” katanya lagi.

Messi nyusruk dan bikin matanya jadi bengep. (Source: Liputan 6)

Sementara itu, statistik jelek dibukukan sang megazord, Lionel Messi. Dia memang tampak frustrasi, meski tak sampai kencing berdiri. Pemain yang dulunya punya wajah polos itu gagal menembak bola ke sasaran. Boro-boro bisa bikin gol, menendang sampai ke gawang saja tidak. Padahal, gawangnya sudah cukup besar. Mungkin kurang diperlebar lagi gawangnya.

Berdasarkan Opta Joe, tendangan Messi meleset sampai lima kali. Bahkan ada crossing yang ngawur banget, tak seperti Messi yang biasanya. Statistik terburuk kedua setelah pertandingan lawan BATE Borisov pada 2011, jumlah tendangan melesetnya sampai enam kali.

Main photo credit: ESPN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here