Teka-teki pelatih Barcelona sudah terjawab. Ernesto Valverde resmi ditunjuk “Blaugrana” sebagai suksesor Luis Enrique yang mengundurkan diri ke belakang. Kalau maju namanya mengajukan diri.

Hal itu telah diungkapkan manajemen klub lewat media-media baik yang mainstream atau yang anti-mainstream. Kabar penunjukkan Valverde sebenarnya sudah hangat sejak pekan lalu. Meski tak sehangat Indomie rebus pakai telur yang baru matang, apalagi kalau lagi hujan-hujan.

Itulah mengapa, publik enggak kaget-kaget amat ketika Barca resmi menginformasikannya lewat jendela dunia. Barcelona kepincut dengan pelatih berusia 50 tahun tambah tiga tahun itu karena sarat pengalaman meski minim prestasi.

“Saya telah berbicara secara pribadi dengan Valverde dan saya katakan kepada dia keputusan kami. Dia terlihat sangat gembira dan bahagia, dia merasa itu tantangan besar untuk menjadi pelatih Barcelona,” ungkap Presiden Barca, Josep Bartomeu.

Meski terbilang sudah menangani lima klub berbeda sejak 2002, mulai dari Athletic Bilbao, Espanyol, Olimpiakos, Villarreal, dan Valencia, tapi cuma ada enam trofi saja. Bersama tim Spanyol, bahkan cuma meraih trofi Supercopa de Espana pada 2015 dengan mengalahkan Barcelona 5-1 secara agregat.

Valverde sempat sukses bersama Olimpiakos dengan menjuarai Liga Super Yunani tiga kali dan Piala Yunani dua kali. Namun, sejatinya Liga Yunani tak masuk hitungan enam liga top Eropa. Kalau main di Liga Champions juga cuma jadi ‘anak bawang’.

Semasa jadi pemain enggak jago-jago amat. Pernah main sama Barcelona juga cuma raih trofi Copa del Rey dan Piala Winners satu kali saja. Main di timnas Spanyol juga cuma satu kali.

https://twitter.com/FCBarcelona/status/869252884415873024

Ini Valverde sepertinya akrab dengan angka satu. Semua serba satu kali. Istrinya satu, hidupnya pun juga cuma satu kali saja.

Jangan-jangan melatih Barca nanti cuma dapat satu trofi saja, atau bahkan lebih parah. Cuma melatih satu musim, satu bulan, atau bahkan satu hari? Amit-amit. Jangan sampai mengusung konsep one-stop-service, dapat piala satu kali langsung stop.

Yang jelas, Bartomeu punya alasan kuat untuk menunjuk Valverde yang tampangnya khas bapak-bapak itu. Dia dianggap memiliki filosofi yang sama dengan Barca karena memang pernah bermain di Camp Nou selama dua musim, 1988-1990.

“Dia mencintai sepak bola usia muda dan dia punya gaya spesial, sama dengan apa yang kami lakukan di Barcelona. Dia punya filosofi yang sama dengan Barcelona dan melatih dengan cara seperti kami berlatih,” tambah Bartomeu.

Apapun itu, kita doakan saja semoga sukses, betah, dan bahagia di Barcelona, pak Ernesto.

Main photo: Bolakini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here