Barcelona masih terus mempertahankan ke-medioker-annya di La Liga musim ini. Menghadapi tim kuat Cadiz yang berperingkat lima besar, Barca pun keok 1-2. Kalau katanya Afgan, Terlalu Cadiz caramu…

Cadiz ini benar-benar super banget. Statusnya tim promosi tapi sudah mengalahkan dua tim superior Spanyol musim ini, Real Madrid dan Barcelona. Bahkan ditambah Athletic Bilbao, di mana Bilbao plus Madrid dan Barca ini adalah ketiga klub yang tak pernah degradasi selama 40 tahun.

Namun Cadiz benar-benar sadis! Ketiga tim itu dilahapnya semua. Makanya bisa pansos di peringkat lima.

Tentu saja banyak fans Barcelona yang menangis dibuatnya. Kalau katanya netizen itu “masuk goa”. Silakan bermalam di goa, ambil selimut yang nyaman.

Cadiz secara tak terduga memang mampu mencetak gol ketika pertandingan baru berjalan menit kedelapan. Ada apa ini Barca, kenapa semuanya serba delapan.

Posisi delapan, kebobolan menit delapan, pernah dibantai dan kebobolan sampai delapan gol.

Sebuah kemelut di depan gawang Barca termasuk salah antisipasi Oscar Minguaza bikin bola jadi terpaksa ditepis Marc-Andre Ter Stegen dengan susah payah. Bola liar lalu dihajar Alvaro Gimenez.

Cadiz ini sudah sangat baik hatinya ketika memberikan gol untuk Barca. Jadi mereka menang 2-1 itu golnya dicetak oleh Cadiz semua. Kurang baik apa coba.

Cadiz mungkin merasa kasihan dengan Barca, masak tidak mampu mencetak gol. Makanya diberikan lah gol hasil bunuh diri Pedro Alcala.

Namanya gol boleh dikasih, maka Cadiz juga sudah punya penawarnya. Di babak kedua Alvaro Negredo jadi penentu kemenangan tim berkostum kuning macam partai Golkar itu.

https://twitter.com/8esart/status/1335335493052100609

Golnya juga sangat kocak. Dua aksi kocak para pemain bertahan Barca, Clement Lenglet dan Ter Stegen, melengkapi penderitaan Barca dan biang tertawa haters Barca.

Bola hasil lemparan ke dalam gagal dikontrol dengan baik oleh Lenglet. Namun tenang, masih ada Ter Stegen, begitu mungkin pikir Lenglet.

Ternyata, Ter Stegen menyapu bola dengan menendang asal-asalan. Bola pun mengenai Negredo yang akibatnya fatal marotal.

Cara kekalahan Barca ini memang terlalu sadis. Jadi benar apa kata Afgan, terlalu Cadiz caramu…

“Kami tidak bisa kebobolan gol kedua seperti itu. Itu kurangnya konsentrasi. Sulit menjelaskan apa yang terjadi karena kami menjalani pekan yang bagus,” ujar Ronald Koeman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here