Status kedewaan Lionel Messi rupanya benar-benar luar biasa di Barcelona. Tidak hanya di mata fans, tapi juga di level manajemen klub. Begitu dewanya Messi, bahkan tak ada yang boleh menyinggung apalagi menjelekkan nama Messi.

Semoga saja kapten mereka itu tak sampai dijadikan nabi atau bahkan Tuhan oleh fans-nya. Bisa-bisa menjelekkan Messi termasuk perbuatan dosa bagi Barcelona.

Memang terlihat berlebihan, tapi itulah faktanya. Salah satu direktur Barca, Pere Gratacos, terpaksa dibebas-tugaskan oleh Presiden Oscar Grau. Pasalnya, Gratacos dianggap merendahkan Messi yang asli Argentina itu.

Hal ini bermula saat duo klub Manchester menaruh minat pada pemain berusia 29 tahun itu. Gratacos yang ditanya wartawan usai drawing perempat final Copa del Rey, menyebut bahwa Messi tak bisa apa-apa tanpa bantuan rekan-rekannya.

“Messi adalah pemain terpenting di tim. Tetapi tim ini tak hanya tentang dia. Messi tak akan bisa tampil seperti sekarang tanpa Andres Iniesta, Neymar, dan lainnya. Namun, bagaimanapun Messi tetap yang terbaik,” ujar Gratacos.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ucapan Gratacos. Dia malah menunjukkan bahwa Barcelona adalah sebuah tim yang kompak yang tak hanya mengandalkan pada satu orang. Tapi entah mengapa, komentar Gratacos bikin risih sang presiden.

Hanya dalam hitungan jam, Grau langsung melakukan rotasi kabinet tanpa memberikan teaser terlebih dulu. Dia tak perlu melakukan seleksi menteri segala macam apalagi sampai mengecek status kewarganegaraannya, posisi Gratacos langsung diambil alih Direktur Olahraga, Albert Soler.

“Keputusan diambil oleh Direktur Olah Raga Barcelona, Albert Soler, yang mulai sekarang menggantikan peran Gratacos. Gratacos masih berada di Barcelona untuk melakukan tugasnya di proyek Masia 360,” tulis pernyataan resmi klub.

Hasil gambar untuk oscar grau
Ini dia penampakan CEO Barcelona, Oscar Grau. (TheScore)

Komentar Gratacos memang tidak bikin saham Barcelona dan IHSG melemah, tapi beredar spekulasi bahwa komentar tersebut bisa mengganggu kelancaran proses perpanjangan kontrak sang dewa. Barca takut banget Messi tak mau perpanjang kontrak yang habis tahun depan itu.

Grau dan Barcelona sebisa mungkin baik-baikin Messi, jangan sampai Messi tidak happy, kalau perlu disayang-sayang kaya sepatu baru, jangan sampai kecipratan genangan air saat naik motor.

Lucunya, Gratacos adalah salah satu orang yang berjasa menjadikan Messi seperti dewa kaya sekarang. Pria yang rambutnya sudah putih semua itu pernah jadi pelatih Messi saat masih bocah. Dia melatih Messi selama dua tahun di Akademi La Masia.

Wajar jika Gratacos tahu persis soal Messi, dan wajar juga dia memberikan komentar soal Messi. Toh, komentar itu sama sekali tidak menjelekkan nama Messi.

Namun apa daya, manajemen merasa komentar Gratacos sudah berseberangan dengan strategi klub. Sebisa mungkin harus menghibur Messi, jangan sampai bikin dia sebal.

Main photo credit: Tribuna.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here