Juventus memang pantas mewakili Italia, negara penganut sistem Catenaccio. Lini pertahanan kokoh nan solid laksana solidaritas driver-driver GO-JEK bikin Barcelona frustrasi. Bingung mau cetak gol dari mana lagi.

Juve datang ke Camp Nou dengan keunggulan 3-0 di leg pertama. Terlihat mudah, tapi nyatanya tak semudah memasak Indomie goreng. Paris Saint-Germain (PSG) saja dihancurkannya 1-6 meski unggul 4-0 di leg pertama.

Pelatih Massimilliano Allegri tak mengubah formasi. Tetap pakai 4-2-3-1 dan seorang kiper. Dia tak mau memainkan 6-7 bek yang biasanya disebut dengan parkir bus. Dia bahkan tak mau memainkan dua kiper sekaligus karena memang tidak ada peraturannya.

https://twitter.com/ChampionsLeague/status/854800655210426369

Sejak menit pertama, Lionel Messi dan kawan-kawan langsung menyerang. Sampai pada menit ke-90 juga masih menyerang. Tapi, tak ada gol tercipta. Menendang ke arah gawang dengan benar saja rasanya sulit banget.

Tercatat banyak sekali tendangan dari para pemain Barcelona, kalau iseng menghitung ada 12 buah tendangan. Tapi hanya satu yang menyasar ke gawang, diblok oleh Gianluigi Buffon yang masih jago saja meski sudah tua.

Sebanyak 11 lainnya di luar sasaran. Tendangannya jauh melenceng terbawa angin dan angan-angan. Beberapa tendangan tampak tipis dari gawang, berharap gawangnya digeser sedikit.

Saking rapat dan disiplinnya itu pertahanan, semut juga sepertinya tak bakal dikasih masuk oleh Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Belum lagi masih ada Buffon yang setia menjaga gawang.

Baru diam-diam mau melangkah ke kotak penalti, itu semut langsung diusirnya. Apalagi Trio MSN yang segede Gaban. Jarang-jarang melihat Trio MSN begitu frustrasi bahkan gagal mencetak gol sama sekali dalam dua leg.

Pertahanan Juve begitu tebal kayak lengannya Ade Rai. Begitu rapat dan ketat seperti celana yang dipakai Vicky Burki saat memimpin acara Primaraga di ANTV zaman dulu.

Juve cukup cerdik mematikan pergerakan Messi dan Neymar yang berulang kali melakukan aksi individu dan mengundang decak kagum. Sayang, penyelesaiannya malah mengundang derai air mata.

Akhirnya, skor 0-0 tak berubah sampai peluit akhir ditiup mulut bau sang wasit, yang tak ada capeknya meniup-niup peluit sepanjang laga.

Juve sukses mempertahankan clean sheet selama 531 menit di Liga Champions, atau lima laga beruntun tanpa kebobolan. Selama pergelaran Liga Champions musim ini, mereka cuma kebobolan dua gol saja. Yakni saat melawan Lyon dan Sevilla di penyisihan grup.

Jika dihitung-hitung, 531 menit sama dengan 8,85 jam. Berarti Juve sukses mempertahankan gawangnya selama delapan jam lebih, kira-kira sama dengan durasi jam kerja kita di kantor.

Allegri pun memberikan selamat kepada para pemainnya yang ganteng-ganteng itu. Apalagi, mampu meredam tim yang hobi banget bikin gol, tak pernah ada bosannya. “Barcelona gagal mencetak gol dalam dua leg rasanya jarang kita dengar,” kata Allegri, dikutip dari situsnya UEFA.

Memang sangat jarang sekali Barca gagal bikin gol dalam dua leg. Macam mencari penjual sapu keliling yang kini sudah jarang ditemui. Untuk pertama kalinya dalam 21 pertandingan di Liga Champions, Barcelona juga gagal mencetak gol di kandang sendiri.

Khusus Messi, dia juga masih belum bisa menjebol gawang Buffon. Mungkin satu-satunya kiper yang belum pernah dibobolnya.

“Saya ucapkan selamat kepada para pemain atas apa yang mereka lakukan musim ini. Kami layak lolos karena berhasil menyingkirkan tim yang bermain di level top. Kami bertahan sangat baik, meski beberapa kali gagal memanfaatkan serangan balik gara-gara kesalahan dasar dalam memberikan operan,” tambahnya.

Selamat buat Juve, semoga bisa meraih gelar Liga Champions yang sudah lama tak diraihnya sejak zaman Orba.

Main photo credit: UEFA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here