Barcelona masih kebingungan dalam mencari kemenangan. Setelah dibantai PSG 1-4 di Liga Champions, Barca cuma bisa main seri lawan Cadiz 1-1.

Itu artinya, Cadiz > Barcelona. Soalnya Barca belum bisa mengalahkan Cadiz musim ini. Pada pertemuan pertama, Cadiz yang menang dengan skor 2-1. “Terlalu Cadiz caramu…” kalau katanya Afgan.

Cadiz yang posisinya jauh banget dari Barcelona itu entah kenapa selalu bisa menyulitkan Barcelona. Itu Barca bahkan sampai minta voucher segala demi mencetak gol.

Lionel Messi mengeksekusi penalti dengan tenang dan sok santai. Merasa dirinya main di Barcelona 10 tahun lalu. Semacam tim yang “sudah pasti menang”.

Messi lupa kalau Barca yang sekarang sudah beda. Teman-temannya yang tersisa tinggal Sergio Busquets dan Gerard Pique saja. Itu juga banyak cederanya.

Di babak kedua, Cadiz menyamakan kedudukan di penghujung laga. Dari voucher penalti juga. Mungkin wasit biar kelihatan adil.

Soalnya penaltinya rada enggak penting juga. Clement Lenglet terlihat menendang pemain Cadiz yang tak diketahui namanya. Padahal maksudnya Lenglet ingin menyapu bola.

Penalti dilakukan Alex Fernandes, dia ogah bergaya Messi yang sok santai, sok kalem. Tendangannya cukup keras dan mengecoh kiper Barca yang sebenarnya jago tapi banyak kebobolannya.

Barca dan Cadiz sepertinya ingin adu voucher di laga ini. Mereka ingin membuktikan voucher siapa yang lebih kuat. Kalau tahu cuma ingin adu voucher saja, mendingan langsung adu penalti sejak awal. Ngapain buang-buang tenaga main bola 90 menit.

“Hasil ini lebih mengecewakan dari kekalahan lawan PSG. Ini merupakan laga yang harusnya kami menangi, tetapi ternyata tidak. Kami malah kehilangan dua poin,” ujar Ronald Koeman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here