Sudah tidak mengerti lagi dengan Barcelona. Dalam beberapa edisi babak gugur Liga Champions terakhir, mereka gemar sekali kalah dengan skor gede. Semacam sudah template di Microsoft Excel, tim lawan tinggal isi skor semaunya.

Beberapa tahun lalu, PSG mengisi file tersebut dengan skor 4-0, meski akhirnya bisa di-kombek. Namun di perempat final, Juventus gantian yang mengisi file dengan skor 3-0.

Tahun berikutnya, AS Roma mengisi file tersebut dengan skor 3-0. Kemudian disusul Liverpool 4-0. Tahun lalu Bayern Muenchen mengisi dengan skor tidak kira-kira, sampai 8-2 dalam satu leg. Ini namanya dikasih hati, mintanya otak.

Tahun ini, Barca kembali dibantai di babak gugur. Menghadapi PSG di kandang sendiri, Blaugrana dibantai 1-4. Satu-satunya gol Barca itu juga lewat voucher penalti.

Barca memang unggul duluan lewat gol penalti Lionel Messi setelah Frenkie De Jong terjatuh akibat diselengkat Layvin Kurzawa tak sengaja. Kelihatannya berbau diving, ternyata memang ada kontak cukup signifikan dari Kurzawa.

Messi pun tak menyia-nyiakan peluang emas ini. Dalam hati sudah pede, “Wah, baru berapa menit sudah unggul 1-0, nich”.

Mereka belum tahu saja setelah ini PSG kesurupan Bayern Muenchen. Soalnya langsung dikombek tidak kira-kira. Empat gol blang-blung-blang-blung langsung bersarang di gawang Marc Andre Ter Stegen yang lumayan kocak di laga ini.

Kylian Mbappe jadi aktor penting di laga ini. Kalau dalam sinetron Ikatan Cinta, Mbappe ini berperan sebagai mas Aldebaran.

Dia menyamakan skor hanya lima menit setelah gol penalti Barca. Aksinya di kotak penalti mampu menipu dua pemain Barca sebelum di-jebret ke gawang Ter Stegen.

PSG memang gila banget malam itu. Tentu saja PSG yang ini bukan PSG Pati, melainkan PSG dari Paris.

Meski berada di kondisi pandemi, tak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti jejak Juventus, Roma, Liverpool, dan Bayern buat membantai Barcelona.

PSG terus menekan Barcelona sampai bikin repot Ter Stegen. Kalau kipernya Karius, pasti sudah kebobolan delapan lagi. Namun Karius masih lebih baik dibanding Ter Stegen karena dia belum pernah bobol delapan gol sekaligus.

PSG akhirnya membalikkan kedudukan di babak kedua lagi-lagi lewat Mbappe. Dia memanfaatkan bola muntah hasil tangkisan Gerard Pique.

Tak lama kemudian giliran Moise Kean yang mencetak gol lewat sundulan kepala hasil tendangan bebas Daniel Paredes. PSG akhirnya menutup kemenangan 4-1 lewat serangan balik yang digalang Julian Draxler.

Draxler memberikan bola kepada Mbappe, yang diakhiri dengan sebuah penyelesaian manis manja ke gawang Ter Stegen.

https://twitter.com/josebhakt/status/1361894261545783298

Ronald Koeman pun tampak menyerah dengan hasil ini. Sepertinya perjalanan Barcelona di UCL musim ini sudah mau selesai. Nyawanya tinggal 10 persen saja. Kecuali ada bantuan pinjaman power bank, mungkin bisa.

“Normalnya, kekalahan 1-4 itu sulit. Saya bisa berbohong pada kalian semua, tetapi faktanya kekalahan 1-4 di kandang sendiri, hanya ada sedikit peluang untuk lolos,” ucapnya dikutip Okezone.

Sementara Mauricio Pochettino memilih untuk langsung fokus ke laga berikutnya lawan Monaco. Sudah gitu masih ada leg kedua, jangan lupa PSG pernah dikombek miris dari Barca beberapa tahun silam.

“Kesempurnaan itu tidak ada. Saya senang dengan hasil ini dan performanya, namun kami harus tetap rendah hati. Kami memiliki laga besar melawan Monaco pada Minggu dan kami sudah memikirkan itu,” ujarnya dikutip Goal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here