AC Milan kian gagah usai membantai Napoli dengan skor 3-1 di markasnya Napoli. Hal ini makin membuktikan kalau Milan sudah kembali menjadi tim papan atas Seri A. Tidak lagi ber-cosplay medioker.

Sebelumnya memang sempat diragukan lantaran Milan kebanyakan menang lawan tim-tim papan tengah, sedangkan lawan tim besar masih kesulitan. Padahal sudah menang lawan Inter Milan, tapi tetap saja dianggap begitu oleh haters-nya.

Lawan Napoli jadi pembuktian. Ternyata “Rossoneri” menang dengan gampang. Kegampangan menang Milan itu siapa lagi kalau bukan ulahnya dewa Zlatan Ibrahimovic.

Dua gol disumbangkannya di laga ini untuk membawa kemenangan buat Milan. Sayangnya, sang dewa menjadi korban. Dewa yang masih berusia 39 tahun itu mengalami cedera hamstring dan harus keluar pada menit ke-79.

Jelas ini menjadi sinyal kuning bagi Milan karena andil Ibra ini sangatlah besar. Bayangkan saja, 10 gol sudah dia ciptakan di Seri A. Kalau tak ada Ibra, mungkin Milan masih cosplay jadi tim medioker seperti yang sudah-sudah.

https://twitter.com/brfootball/status/1330630251215548419

Ibra mengawali kemenangan ini dengan sebuah sundulan jarak jauh memanfaatkan umpan Theo Hernandez. Namanya dewa, sundul dari jauh saja bisa masuk. Memang sih masih di dalam kotak penalti, tapi hitungannya cukup jauh bagi pemain yang mencetak gol dengan sundulan.

Mungkin di kepalanya ini terdapat per springbed hotel sehingga bisa membal dan menyundul sejauh itu. Sampai-sampai kiper Alex Meret tak bisa mengantisipasinya.

Napoli sebenarnya punya beberapa peluang buat membalas gol tersebut. Mulai dari Lorenzo Insigne yang masih bisa ditepis tangan panjang Gigi Donnarumma. Sampai Giovanni Di Lorenzo yang sudah enak di depan gawang, dengan posisi Donnarumma lagi asyik terjatuh, malah ditendang ke tiang.

Di babak kedua, Ibra menggandakan keunggulan lewat gol dari skema serangan balik. Dia dengan santai menerima umpan dari Ante Rebic untuk diceploskan ke gawang Meret yang cuma berdiri saja macam patung polisi di perempatan jalan.

Dries Mertens sempat memperkecil ketinggalan Napoli lewat sebuah tendangan jarak dekat. Hal ini membangkitkan asa Napoli buat menyamakan kedudukan. Lumayan bisa bawa pulang satu poin.

Ternyata usaha tersebut tak menghasilkan apa-apa. Malah usahanya menghasilkan gol untuk Milan. Jans Pieter Hauge mencetak gol buat Milan di penghujung laga lewat sebuah tendangan pelan dan biasa saja.

https://twitter.com/sulasa007/status/1330607008379187201

Meski deg-degan lawan Napoli sudah hilang, kini Milanisti deg-degan menunggu kabar cedera dewa Zlatan. Kalau benar hamstring, biasanya harus absen hingga sebulan.

“Saya bicara dengan Pioli usai pertandingan, dia snagat bahagia. Kami punya skuat bagus, kami sadar bertahan di puncak klasemen mungkin selama mungkin,” ujar pelatih ‘cadangan’ Milan, Daniele Bonera, dikutip dari Liputan6.

“Ini bukan sebuah proses instan yang tiba-tiba terjadi. Kami sudah bekerja keras untuk mencapai ini semua. Kemenangan ini membuktikan kami di trek benar, tapi bukan saatnya bicara juara saat baru memasuki pekan kedelapan.”

Pelatih Napoli yang mantannya Milan, Gennaro Gattuso, mengakui Milan memang menang mental. Bahkan memuji setinggi langit dewa Zlatan.

“Milan sangat percaya pada Ibra, mereka percaya 100 persen pada apa yang mereka lakukan. Saya rasa dia lebih kuat sekarang daripada dia 10-12 tahun yang lalu,” ujarnya dikutip Goal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here