Paris Saint-Germain (PSG) tampaknya bakal ‘auto’ juara Ligue 1 musim ini. Menghadapi Monaco dengan menurunkan beberapa pemain mudanya, tim asal kota Paris yang jauh dari Banjarmasin itu tetap saja bisa menang dengan skor gede banget, 4-0 di ajang Piala Super Prancis. Lawannya juga bukan tim cupu macam Troyes atau Guingamp, melainkan musuh besarnya, Monaco.

Monaco sebenarnya juga belum diperkuat beberapa pemain yang tampil di Piala Dunia seperti Radamel Falcao, Keita Balde, dan pemain anyar Aleksandar Golovin. Meski sama-sama belum menurunkan kekuatan sesungguhnya, tetap saja PSG masih digdaya.

Pertandingan berjalan 32 menit, Angel Di Maria sudah mencetak gol dengan cukup indah. Lewat sebuah tendangan kaki kirinya lengkap dengan sepatu dan kaus kaki serta deker, bola meluncur masuk ke gawang Diego Benaglio tanpa mengucapkan salam.

Selang tujuh menitan, dua pemain yang jarang didengar namanya, Stanley N’Soki dan Christopher Nkunku berperan aktif dalam membuat gol kedua. Umpan mendatar di depan gawang Monaco mampu disambut asyik oleh Nkunku. Meski sama-sama berwajah ganteng, mereka tak saling bersaing membuat gol, malah saling membantu.

Di babak kedua, giliran anak kandung George Weah yang membobol gawang Monaco. Namanya sama-sama Weah, tapi nama depannya Timothy. Kalau dikasih nama George juga, nanti keluarganya pada bingung.

Weah memanfaatkan umpan N’Soki untuk diteruskan ke kolongnya Benaglio. Benaglio yang bukan saudaranya Bena Kribo selalu ingat kalau main bola tak boleh pakai sarung. Meski kebobolan lewat kolong, dia tetap mematuhi rambu-rambu sepak bola.

PSG menggenapi kemenangannya lagi-lagi lewat Di Maria. Umpan terobosan Adrien Rabiot berhasil memasuki daerah penting Monaco. Dengan mudah Di Maria membobol Benaglio tanpa tatapan kosong.

Kemenangan ini menjadi awalan bagus bagi pelatih baru Thomas Tuchel. Namun, meski menang segitu besar, Tuchel masih kurang puas. Manusia memang tak ada puasnya. Sudah punya rumah mewah, masih ingin nambah.

Saya sangat gembira. Kami menampilkan permainan ofensif terlepas dari faktor cuaca. Kami layak memenangi laga ini,” tutur Tuchel, seperti dilansir L’Equipe, yang di-copas lagi dari FourFourTwo. 

“Kami masih memerlukan perbaikan. Talenta kami tampak jelas. Kami harus lebih banyak berlatih bersama, baik dalam bertahan maupun menyerang, dan mencari cara untuk menekan dalam beberapa situasi tertentu. Saya tentu tidak bisa berkata puas, karena masih banyak yang harus kami tingkatkan. Para pemain telah berlatih dengan baik.”

Trofi perdana ini bukan saja untuk Tuchel, tapi juga Gianluigi Buffon yang melakoni debut di laga resminya. Sekali main langsung cleansheet, bahkan dapat piala. Lumayan buat tambah-tambah pialanya yang sudah banyak di laman Wikipedianya.

Buffon pun tak melupakan jasa sang mantan. Berkat mantan, dia masih selalu dalam top performa, masih tetap ganteng pula, bersahaja.

“Meski di usia 40 tahun saya masih tetap senang bisa memenangkan Piala Super. Saya berterima kasih kepada Juventus dengan budaya kerja yang mereka punya, saya bisa bermain di usia ini dengan kondisi optimal. Saya ucapkan terima kasih juga buat PSG yang telah mengizinkan saya menambah trofi dengan segala sambutannya yang ramah,” katanya.

Main photo: @c_nk97 

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here