Bagaikan bangkit dari kubur, Inter Milan melakukan comeback gemilang kala membenamkan AC Milan pada laga bertajuk Derby della Madonnina. Sempat tertinggal 0-2, Inter membuat Milan babak belur usai membalikan keadaan menjadi 4-2.

Laga ini sendiri bisa dibilang merupakan salah satu laga yang sangat dinanti dan cukup menentukan jalanya musim ini. Pasalnya Milan kalau main PES sedang tanda panah ke atas semua alias on fire usai tak terkalahkan di tujuh pertandingan terakhir selama tahun 2020 ini.

Sementara itu Inter juga mau tak mau harus meraih kemenangan demi memutus mode auto-juara Juventus. Apalagi sehari sebelumnya Juventus takluk dari tim kuda hitam Hellas Verona. Zebra takluk dari kuda.

Milan sebenarnya sempat menunjukan performa yang cukup ngegas di babak pertama. Peluang pertama didapat Hakan Calhanoglu yang sayang tendangannya ditepis tiang gawang.  

Ibrahimovic akhirnya menunjukan ke-zlatan-an dirinya usai menciptakan assist untuk gol Ante Rebic dan mencatak gol yang menutup babak pertama dengan skor 2-0 untuk Milan yang bermain tandang tapi di kandang sendiri di San Siro.

https://twitter.com/Squawka/status/1226630351742734336?s=20

Entah apa yang merasuki Inter. Macam bangkit dari kubur, mereka melakukan kombek untuk menyamakan skor dalam tempo dua menit saja di awal babak kedua. Gol cepat dair Marcelo Brozovic dan Matias Vecino membuat kedudukan jadi imbang 2-2.

Sundulan Stefan de Vrij benar-benar membuat Inter sukses meng-kombek Milan sehingga skor menjadi 3-2.

Kedua tim masih berbalas peluang yang sayangnya tiang gawang kembali bermain bagus. Pada masa injury time babak kedua, tandukan Lukaku benar-benar mengunci kemenangan Inter menjadi 4-2.

“Babak pertama kami sangat kesulitan, mungkin paling sulit musim ini dan ada risiko kami dibantai. Tapi, kami malah mampu bangkit, memperbaiki kesalahan, percaya dengan apa yang kami lakukan, dan kredit untuk para pemain,” ujar Antonio Conte dikutip dari Detik.

Sementara Stefano Pioli menyebut mentalitas menjadi masalah timnya gagal menjaga keunggulan.

“Kami memiliki kesempatan menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat Ibra. Namun kami mentalitas kami sudah terganggu dengan gol mereka. Inter adalah tim yang jauh lebih berpengalaman daripada kami dan lebih terbiasa menghadapi situasi ini,” sebutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here