Beberapa waktu belakangan ini perasaan AC Milan bisa dibilang sedang ngeri-ngeri sedap. Bagaimana tidak, setelah UEFA menemukan adanya pelanggaran Financial Fair Play (FFP), Milan dijatuhi hukuman larangan bermain di kompetisi Eropa.

Namun kini mereka bisa bernapas lega, sebab banding yang diajukan telah dikabulkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Artinya, “I Rossoneri” berhak main di Liga Malam Jumat, bukan lagi sekadar takhayul.

Musim lalu bisa jadi salah satu musim paling dramatis bagi Milan. Setelah diakuisisi oleh pengusaha Tiongkok, Yonghong Li, Milan melakukan belanja pemain besar-besaran. Sangat besar sampai-sampai berhutang untuk melakukannya.

Paling enak memang kalau utang, lalu pura-pura lupa dan diam-diam saja. Itulah yang terjadi pada Milan. Setelah ditelusuri oleh pihak investigasi UEFA, ternyata ditemukan bahwa neraca keuangan Milan tidak stabil sehingga diyakini gagal melunasi hutang kepada Elliot Management.

Milan akhirnya diakuisisi kembali oleh pihak pemberi utang tersebut dan dijatuhi hukuman oleh UEFA yaitu larangan bermain di kompetisi Eropa. Hukuman tersebut diterima Milan pada 27 Juni 2018 lalu.

Mendapat hukuman yang lumayan berat, Milan tak mau menyerah begitu saja. Pasalnya mereka sudah susah payah untuk finis di peringkat keenam, demi bermain di Liga Malam Jumat alias Europa League. Jahat juga memang UEFA, hanya main di Liga Malam Jumat saja, Milan dilarang. Padahal belum tentu menang juga mereka.

Rossoneri” mengajukan banding ke CAS demi mencabut hukuman mereka. Setelah dilakukan sidang, CAS mengabulkan banding mereka dan membatalkan hukuman UEFA.

CAS sendiri meminta agar UEFA mengeluarkan hukuman yang lebih proporsional. Larangan bermain di kompetisi Eropa dirasa terlalu berat untuk Milan yang sudah menjadi tim biasa-biasa saja sepertinya.  Lebih baik dihukum tidak dapat uang jajan selama seminggu atau tidak boleh menonton TV saja.

Selain itu CAS juga menolak permintaan Milan untuk memaksa UEFA melakukan perjanjian penyelesaian kasus.

Dalam sidangnya, CAS mempertimbangkan pengambilalihan kepemilikan klub oleh Elliot Management sebagai faktor kunci. Diambil alihnya Milan menjadi tanda bahwa situasi keuangan Milan lebih terjamin dibanding saat bersama pemilik dari negeri Tirai Bambu.

“Panel CAS menolak permintaan AC Milan untuk meminta UEFA melakukan perjanjian penyelesaian sengketa, tapi mengakui bahwa keputusan dewan pengadil dari Badan Kontrol Finansial Klub (CFCB) UEFA untuk mencoret AC Milan dari kompetisi klub UEFA tidaklah proporsional,” bunyi pernyataan CAS dikutip dari Detik.

“Panel memutuskan mengembalikan kasus ke dewan pengadil CFCB UEFA karena klub sebelumnya meminta kasus ini dikembalikan ke UEFA, dan karena panel mempertimbangkan bahwa dewan pengadil ada di posisi lebih baik ketimbang panel CAS untuk mengeluarkan tindakan pendisiplinan baru yang lebih proporsional dengan basis situasi finansial klub saat ini,” demikian pernyataan CAS.

Elliot Management sendiri dikabarkan tidak berniat untuk menjual Milan setidaknya hingga tiga tahun ke depan demi memberi stabilitas kepada klub.

Main photo: deportes.televisa.com

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here