Ada ungkapan “tak kenal maka tak sayang.” Hal ini berlaku bagi Mario Balotelli kepada pelatih Liverpool saat ini, Juergen Klopp. Secara terang-terangan, striker bengal nan fenomenal itu berkata bahwa dirinya sama sekali tak mengenal Klopp. Berhubung sudah pasti tak kenal, maka Balotelli juga pasti tak sayang dengan Klopp.

Hubungan mereka memang sudah tidak “klop” sejak awal bertemu. Balotelli berkata bahwa Klopp hanya berbicara kepadanya satu kali saja, seperti lagunya Rere Amora, biduan koplo orkes melayu Monata. Itulah yang membuat Balotelli merasa tidak kenal dengan mantan arsitek Borussia Dortmund itu.

“Saya tidak mengenalnya. Klopp juga tak mengenal saya. Kami hanya berbicara sekali, dia ucapkan saya untuk pergi ke klub mana saja, bekerja keras, kemudian kembali lagi,” ujar pemain berkulit hitam legam itu dikutip Skysports. “Kemudian saya hanya ucapkan ‘selamat tinggal’ dan sepertinya kita berdua berharap tidak bertemu lagi.”

Balotelli sukses mengembangkan permainannya di Nice. Credit by Independent.co.uk
Balotelli sukses mengembangkan permainannya di Nice. Credit by Independent.co.uk

Balotelli mungkin memang bukan tipikal penjilat atasan. Kehidupan kerjanya dibuat lurus-lurus saja. Jika bos tidak suka, maka dia akan pergi. Tidak ada alasan baginya untuk melakukan sesuatu yang bersifat “asal bapak senang”.

Itulah yang membuatnya harus hengkang ke Nice, Prancis. Sebuah negara yang sangat jauh sekali dari Indonesia. Bersama Nice, Balotelli sudah mencetak enam gol dari lima pertandingan di Ligue 1 dan Liga Europa. Penampilan memukaunya ini membuka kembali kesempatan untuk masuk tim nasional Italia.

“Saya memilih Nice karena iklimnya. Saya memang ingin santai di tempat yang indah. Alasan lainnya karena klub ini memiliki sejumlah pemain muda yang seumuran dengan saya,” tutur pemain orbitan Inter Milan itu.

Balotelli girang bisa tampil bagus di Nice. Credit by Mirror.co.uk
Balotelli girang bisa tampil bagus di Nice. Credit by Mirror.co.uk

Balotelli juga ‘curcol’ bahwa permainannya di Milan dan Liverpool kurang berkembang lantaran lingkungan yang kurang cocok dengan dirinya. “Itu bukan kesalahan siapapun. Lingkungannya memang kurang ideal buat saya,” kata pelantun yang mempopulerkan istilah “Why Always Me” itu.

“Saya tidak melakukan kesalahan yang berhubungan dengan pertandingan atau perilaku saya. Tapi saya mengalami cedera dan itu merupakan sesuatu yang tidak bisa saya kontrol,” kata Balotelli menambahkan.

Di Milan, Balotelli bercerita bahwa dirinya sempat mengalami masalah administrasi. Mungkin soal gaji, atau bisa juga BPJS Ketenagakerjaan. Entahlah. Yang jelas, Balotelli berkata semua masalah ada pada CEO Milan saat itu, Adriano Galliani, sang biang keladi.

“Ada masalah administrasi ketika berada di Milan. Hanya satu orang yang fenomenal, dan dia adalah Galliani,” tambahnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here