Ballon d’Or dipastikan batal diselenggarakan untuk edisi tahun 2020 ini. France Football selaku penyelenggara, mengungkapkan sejumlah alasannya.

Tidak adanya penghargaan Ballon d’Or untuk tahun 2020 ini tentu saja menyebabkan kekecewaan bagi para pemain-pemain yang menunjukan performa di atas normal kalau kata Pemuda Terminal Antapani.

Sebut saja beberapa di antaranya adalah pemain macam Jesse Lingard atau Nicklas “Lord Bendtner”. Sayang sekali tahun ini mereka lewatkan begitu saja tanpa menerima penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola.

Tapi keputusan ini juga dibuat France Football atas berbagai pertimbangan tidak seenak udel mereka.

Seperti dilansir dari Detik, majalah asal Prancis itu menyebut beberapa alasan ditiadakannya penganugrahan Ballon d’Or tahun ini. Salah satunya adalah perubahan format kompetisi.

“Musim ini dimulai dengan menggunakan sejumlah aturan tertentu, namun akhirnya harus berubah di akhir musim. Di Januari dan Februari, sepakbola masih dihadiri penonton di stadion, namun menjadi kosong di Mei dan Juni,” ujar Editor FF, Pascal Ferré.

“Ada juga pergantian pemain sebanyak 5 kali, bukannya 3 seperti biasanya. Lalu format Liga Champions pun berubah, dari yang tadinya sistem dua leg menjadi sekali main saja sejak perempatfinal,” sambungnya.

Selain itu Piala Eropa dan Copa America sendiri diundur hingga tahun depan. Maka tidak mungkin menentukan performa pemain dengan adu balap kelereng. Satu-satunya kompetisi yang tersisa tinggal Champions League, yang juga formatnya berubah.

“Ballon d’Or jadi hanya diputuskan lewat tiga pertandingan; perempatfinal, semifinal, dan final (Liga Champions) saja,” ujar Ferré.

“Ada banyak perubahan yang berlaku, dan kami tak masalah, mengingat krisis kesehatan dunia saat ini. Namun dengan demikian, sepakbola tahun ini tidak bisa dianggap normal seperti tahun-tahun sebelumnya. Keadaan yang tak biasa membuat munculnya keputusan yang tak biasa pula.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here