Gareth Bale jadi pahlawan Barcelona untuk menyalip posisi Real Madrid di puncak klasemen. Bukan, Bale bukan pemain Barca yang baru dibelinya dari Madrid. Tapi pemain asli Wales itu justru membantu pesaingnya merebut puncak klasemen dari timnya sendiri. Loh kok bisa?

Jadi begini ceritanya. Seperti yang diberitakan di media-media mainstream, Barcelona sukses mencukur bulu kaki Sporting Gijon 6-1, kayak skor futsal di kampus-kampus. Tak perlu diulas bagaimana para pemain Barcelona yang bergiliran memuaskan hasratnya di gawang Gijon. Silakan dilihat sendiri highlight-nya di Youtube.

Yang menarik justru pertandingan Madrid yang menjamu Las Palmas di gubuknya sendiri. “Los Merengues” hampir saja bertekuk lutut dari tamu yang tanpa dijamu dengan cemilan maupun minuman itu.

Madrid sempat unggul dulu 1-0 lewat kaki Isco yang banyak bulunya. Namun, Las Palmas mampu menyamakan kedudukan melalui Pedro Tana setelah sukses memperdaya Sergio Ramos dan tendangan ‘jebret’-nya.

Bukannya tenang untuk mencetak gol lagi, Madrid malah kehilangan kontrol. Bale yang harusnya bertugas mencetak gol atau memberi asis, tiba-tiba punya kerjaan baru. Yakni mengasari lawan dan tak penting pula.

Jonathan Veira, pemuda akamsi Las Palmas, yang sedang asyik menggiring bola tiba-tiba dijegal oleh Bale. Entah dendam atau apa, Bale sepertinya memang sengaja ingin menjegal Viera karena posisi bola jauh dari kakinya.

Usai menjegal, Viera meminta pertanggung-jawaban Bale atas perbuatannya yang kurang ajar itu. Bukannya minta maaf, Bale malah mendorong Viera sampai tersungkur. Sialnya, kejadian itu tepat di depan mata cantik sang wasit.

Alhasil, wasit David Fernandez langsung mengeluarkan dua kartu saktinya. Kuning dan merah. Bukan merah jambu, kalau merah jambu namanya surat tilang.

Bermain dengan 10 pemain bikin Madrid kewalahan. Las Palmas akhirnya sukses mencetak dua gol dan memimpin laga 3-1 sampai menit ke-85. Sayangnya, pertandingan sepak bola durasinya 90 menit lebih-lebih sedikit.

Pada menit ke-86 dan 88, Madrid menyamakan kedudukan lewat dua gol sekaligus oleh Cristiano Ronaldo, sang pemain terbaik yang jagonya tak terbendung lagi. Hasil seri 3-3 terpaksa diterima kubu Madrid. Gara-gara hasil seri tersebut, Madrid harus merelakan posisinya sebagai pemuncak klasemen kepada Barcelona.

Bale dituding jadi biang keladi hasil kurang menyenangkan ini. Namun, pelatih Zinedine Zidane tetap membelanya dan enggan menyalahkan mantan kenangan Tottenham Hotspur itu. Bale juga kabarnya sudah meminta maaf atas nafsu yang diperbuatnya kepada Viera.

“Bale sudah meminta maaf, dia tidak senang dengan kartu merah itu. Saya juga tak mau menjadikannya alasan. Saya yakin, kami sudah melakukan yang terbaik di lapangan,” ujar Zidane, cari pembenaran, dikutip Marca. 

Namun, Madrid tak perlu berkecil hati. Mereka masih punya simpanan satu pertandingan lagi. Barca juga hanya unggul satu poin. Jadi, peluang mereka untuk memerdekakan kembali La Liga masih terbuka lebar, selebar senyum Jokowi ketika bertemu Raja Salman.

Main photo credit: Sky Sports

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here