Meski sedang terancam Financial Fair Play (FFP), Milan tetap nekat mendatangkan pemain. Setelah Gonzalo Higuain dan beberapa kawan-kawan barunya, “I Rossoneri” kini merekrut Tiemoue Bakayoko dari Chelsea.

Namun, guna menyiasati FFP tersebut Milan mau pinjam dulu walau belum ditentukan apakah akan dikembalikan atau enggak. Milan boleh tak mengembalikannya ke Chelsea alias jadi hak milik asalkan dengan satu syarat.

Syaratnya tidak ribet macam mau beli rumah yang mesti pakai KTP, surat keterangan kerja suami-istri, slip gaji, Kartu Keluarga, dan segala tetek bengek lainnya. Itu juga belum termasuk appraisal segala macam.

Milan hanya perlu membayar uang yang disepakati antara mereka berdua. Belum diketahui berapa besar uang tebusan Bakayoko tersebut. Macam penculik di film saja pakai minta uang tebusan.

Yang jelas, Chelsea membeli Bakayoko seharga 40 juta pounds musim lalu. Namun, dengan beli semahal itu ternyata pemain berwajah ganteng dominan itu tak berhasil menunjukkan kebolehannya di Stamford Bridge.

Singkat kata, Bakayoko ini flop berat. Berhubung Chelsea sudah mendatangkan Jorginho dan Mateo Kovacic, maka otomatis dia makin tak terpakai macam kutang sobek. Daripada tak terpakai, mending dikasih orang lain saja yang lebih membutuhkan. Siapa tahu bisa dipakai buat lap kompor.

“AC Milan dengan bangga memperkenalkan gelandang asal Prancis, Tiemoue Bakayoko dari Chelsea. Pemain berusia 23 tahun bergabung dengan status pinjaman dengan opsi pembelian permanen,” tulis Milan di situs resmi klub, yang di-copy dari Liputan6. 

Sudah pasti mereka bangga, tidak mungkin bikin pernyataan “kami sangat ceroboh dan sebal sekali merekrut Bakayoko dari Chelsea”. Bisa-bisa si pemain merajuk dan balik ke kampungnya.

Bakayoko bakal jadi pemain Prancis ke-14 yang bermain di Milan. Namun, dia perlu hati-hati karena sebagian besar pemain Prancis di Milan itu mengalami kegagalan. Para pemain Prancis itu antara lain:

Nestor Combin (1968), Jean-Pierre Papin (1992), Marcel Desailly (1994), Patrick Vieira (1995), Christophe Dugarry (1996), Ibrahim Ba (1997), Bruno N’Gotty (1998), Vikash Dhorasoo (2004), Yoann Gourcuff (2006), Mathieu Flamini (2008), Philippe Mexes (2011), Adil Rami (2014), Jeremy Menez (2014), dan Tiemoue Bakayoko (2018).

Dari segitu banyak pemain Prancis yang pernah main bareng Milan, paling hanya Papin, Desailly, dan Dugarry saja yang bisa dibilang sukses. Flamini, Mexes, dan Menez hitungannya enggak sukses-sukses amat. Sisanya gagal total yang masa berlakunya di Milan cuma semusim-dua musim saja.

Makanya, Bakayoko senang kalau Milan masih percaya dengan para pemain Prancis untuk main di San Siro. Khususnya percaya kepadanya yang belakangan lagi hancur-hancuran kariernya.

Tapi siapa tahu saja, di Chelsea gagal, di Milan bakalan sukses. Toh, Chelsea memang begitu orangnya, banyak yang suka gagal di Chelsea, tapi sama klub lain jadi bagus.

“Terima kasih AC Milan karena telah mempercayakan kepada saya dan memberikan semua dukungan,” kata Bakayoko yang berbicara menggunakan mulutnya itu.

Main photo: @acmilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here