Laga antara Liverpool kontra Arsenal berhasil menyuguhkan pertandingan anti-rugi bagi yang menonton setelah hujan gol terjadi di Anfield. Macam skor pertandingan amal, kedua tim saling berbalas gol sepanjang laga pada drama 10 gol tersebut.

Tentu saja untuk mereka yang hadir di stadion secara langsung, dijamin tidak rugi kalau beli tiket mahal-mahal. Soalnya bisa banyak sekali melihat gol.

Begitu juga dengan penggemar dari negara +62 yang begadang semalam suntuk. Rasa kantuk dan kopi bergelas-gelas jadi tidak sia-sia karena sebuah laga yang sangat seru tersaji.

Baik Liverpool maupun Arsenal secara bergantian saling susul menyusul skor sepanjang laga. Sengit sekali macam melihat Valentino Rossi sama Marc Marquez. Tapi dibanding mereka berdua, Mauro Icardi yang katanya lebih jagoan lagi dalam hal ‘tikung-menikung’.

Sayang sekali pil pahit harus ditelan Arsenal yang gagal melaju ke babak delapan besar Carabao Cup alias Piala Liga Inggris karena takluk di babak adu penalti.

Memang setelah 90 menit bermain imbang dengan skor 5-5, laga langung dilanjutkan ke babak adu penalti. Pada adu tos-tosan tersebut, Liverpool unggul dengan skor 5-4 atas tamunya.

Suka aneh-aneh memang Arsenal ini. Bisa-bisanya mereka masih kalah padahal sudah mencetak lima gol di Anfield.

Kedua tim memang menurunkan para pemain kelas dua mereka di laga itu. Kombinasi antara pemain muda dan para cadangan mati. Pada kubu Arsenal, Unai Emery juga akhirnya kembali memainkan Mesut Ozil setelah mungkin 93502351 tahun lamanya.

Arsenal yang menjalani laga tandang harus kebobolan terlebih dahulu oleh gol bunuh diri Skhodran ‘Lord’ Mustafi pada menit keenam. Namun Lucas Torreira berhasil membalas di menit ke-19 membuat skor 1-1.

Anak asuh Emery sempat unggul berkat dua gol sumbangan striker muda mereka yang lagi ngetren, Gabriel Martinelli. Pemain yang tampangnya masih cocok untuk gabung di tongkrongan SMA itu membuat Arsenal unggul 3-1.

Sebelum babak pertama berakhir, Liverpool sempat membalas satu kali melalui pemain ‘abang-abangan’ James Milner melalui titik putih.

Pada babak kedua Arsenal kembali unggul melalui Ainsley Maitland-Niles. Kesalahan bek Liverpool membuat Ozil pada akhirnya mampu melepaskan assist yang cukup asoy yang diselesaikan Niles.

https://twitter.com/Sporf/status/1189675567999782912?s=20

Namun sudah unggul 4-2, Liverpool mampu bangkit dan menyamakan kedudukan lewat gol-gol cantik masing-masing dari Alex Oxlade-Chamberlain dan Divock Origi. Skor menjado 4-4.

Lagi-lagi Arsenal unggul menjadi 5-4. Joe Willock tak mau ketinggalan mencetak gol cantik dengan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Mimpi buruk Arsenal akhirnya datang di masa injury time setelah Origi kembali mencetak gol yang lumayan oke dengan sebuah tendangan gunting. Entah gunting rumput atau gunting kuku.

Pada babak adu penalti, Dani Ceballos jadi satu-satunya penendang yang gagal mencetak gol setelah tendangannya ditepis Caoimhín Kelleher.

“Sebuah pertandingan yang gila,” cetus Emery usai pertandingan dilansir Detik. “Saya sangat bangga dengan pekerjaan mereka, kami memiliki ritme yang tinggi di 45 menit pertama. Pada akhirnya kami menang sampai aksi terakhir. Penalti adalah 50/50 dan kami kalah.”

Sementara Jurgen Klopp berharap laga tersebut dikenang para pemain muda Liverpool. “Apa yang saya harapkan dari anak-anak ini adalah mereka bisa punya laga yang berkesan dan itulah yang terjadi,” ujar Klopp.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here