Timnas Spanyol baru saja menjalani pertandingan melawan Inggris di Wembley. Pada pertandingan yang dimenangkan “La Furia Roja” itu, Sergio Ramos mendapat cemoohan dari fans Inggris seisi stadion. Menanggapi kejadian tersebut, bagi Ramos hal itu cuma seperti daun seledri di kuah Bakso. Soalnya ada yang lebih parah dari itu.

Ternyata, Ramos mengungkapkan bahwa dirinya bahkan sampai pernah mendapat ancaman pembunuhan setelah final Champions 2018. Masih segar di ingatan kita memang kejadian pada final Champions yang lalu.

Pada laga yang mempertemukan Real Madrid dan Liverpool itu, aksi Ramos sempat menyulut kemarahan tak hanya suporter Liverpool, namun semua penggemar sepak bola yang mungkin sirik sama jagonya Madrid.

Benturan fisik antara dirinya dengan Mohamed Salah membuat pemain Mesir itu tidak bisa melanjutkan pertandingan. Liverpool pun takluk 3-1 dari sang juara bertahan.

Meski “The Reds” belum tentu menang juga jika Salah tidak cedera, namun Ramos menjadi salah satu kambing hitam, featuring dengan Loris Karius, atas kekalahan Liverpool tersebut.

Setelah pertandingan tersebut, Ramos mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya sempat mendapat ancaman pembunuhan dari pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Kalau yang model-model begini biasanya netizen dari Indonesia. Berani karena berlindung di balik avatar enggak jelas, muka enggak kelihatan. Padahal pas ketemu, kicep dan layu macam kol goreng di tukang pecel ayam.

https://twitter.com/TheSportsman/status/1038500361009594369

Hal ini juga berlanjut pada laga UEFA Nations League yang mempertemukan Spanyol kontra Inggris. Sontak Ramos kembali menjadi public enemy number one meski ia bukan Johnny Depp saat memerankan John Dillinger.

Tiap kali sedang menguasai bola, Ramos mendapat sorakan cemoohan dari para fans “The Three Lions”. Kalau di pertandingan badminton, macam teriakan “bhu, eya, bhu, eya,”. Jika bermental lemah, mungkin Ramos sudah nangis di pojokan lapangan dekat bendera corner dan tak mau main.

Meski fans Inggris sama sekali tidak ada yang mendukung Spanyol, nyatanya tim asuhan Luis Enrique berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.

Ramos pun menanggapi dengan santai sorak-sorak tidak bergembira yang ditujukan kepadanya sepanjang pertandingan. Menurut bek Madrid itu, ia pernah mendapat teror yang lebih buruk.

“Pemain ingin menghindari [sorakan cemoohan itu]. Pada akhirnya Anda merasakannya, tapi saya tetap tak menanggapinya. Itu tidak akan memengaruhi permainan saya,” ucap Ramos seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Ia menyindir tentang opini publik yang hanya mengingat kejadian di final dan tak ada yang peduli atas ancaman pembunuhan yang diterima dirinya dan keluarga.

“Saya lebih menyukai sambutan lain karena orang-orang hanya mengingat kejadian di final [Liga Champions] dan tak ada yang mengingat ancaman pembunuhan yang diterima keluarga dan anak-anak saya juga,” ungkapnya.

“Ini adalah isu sensitif dan mungkin ada orang-orang yang menganggapnya sebagai lelucon dan [itulah alasan mereka] menyoraki di stadion megah seperti ini,” terang Ramos.

 

Main photo: en.as.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here