Absennya Pierre-Emerick Aubameyang saat Borussia Dortmund menghadapi Sporting Lisbon sempat menjadi tanda tanya bagi fans dan penggemar bola. Meski masih coba ditutup-tutupi, yang namanya informasi pasti akan bocor juga. Tembok juga punya telinga.

Seperti diketahui, Aubameyang sedang mendapat skors oleh Dortmund. Bukan karena terlibat tawuran pelajar atau ketahuan menyimpan film porno di ponselnya oleh guru BK. Tetapi karena tindakan indisipliner.

Pelatih Thomas Tuchel tak menjelaskan apa tindakan indisipliner tersebut. Kesalahan apa yang diperbuatnya sampai-sampai kena skors.

Media rupanya merasa kepo dengan misteri itu. Hingga akhirnya terkuak sebuah informasi intelijen ala Instagram yang mengabarkan bahwa Aubameyang datang terlambat latihan gara-gara pesta.

Info tersebut bukan dari Lambe Turah ataupun Lambe Nyinyir. Melainkan dari Aubameyang sendiri yang mem-posting kegiatan pestanya yang ada di Milan itu di Instagram. Sungguh polos.

Pemain asal Gabon itu rupanya larut dalam suasana pesta yang luar biasa bersama teman-temannya. Entah pesta apa. Jika di sinetron-sinetron Indonesia biasanya pesta dilakukan di rumah mewah dengan minuman sirup berwarna merah dan kuning.

Saking asyiknya, Aubameyang lupa diri untuk segera pulang ke Jerman. Padahal waktu sudah menunjukkan tengah malam dan mobil yang ditumpanginya pun bisa saja segera berubah kembali menjadi labu. Dia tinggal menunggu sepatu kacanya copot dan dicariin pangeran yang menemukannya.

Sayangnya, ini bukan kisah Cinderella yang masih sempat pulang tepat waktu. Aubameyang terlalu asyik pesta hingga dia datang terlambat ke latihan keesokan harinya.

Akibatnya, Tuchel pun marah besar. Dia langsung menghukum Aubameyang dengan menjadi penonton pertandingan melawan Lisbon.

Tuchel mengungkapkan bahwa hukuman tersebut hanya berlangsung satu pertandingan.

Siap Hengkang

Rupanya, hukuman itu justru membuat Aubameyang semakin tak nyaman di Dortmund. Hubungan mereka semakin memburuk. Sudah tinggal tunggu kata ‘putus’ saja.

Sejak musim lalu, pemain didikan Milan itu sudah punya hasrat untuk berpindah ke lain hati. Dia pernah mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan karier di Real Madrid.

Pernyataan itu justru dikecam pihak Dortmund. Dia dituntut minta maaf meski tak sampai bertekuk lutut maaf-maafan ala lebaran.

Gara-gara kasus ini, pihak Madrid yang punya minat merekrut pemain yang punya speed kencang di game PES ini punya peluang untuk merekrutnya pada bursa Januari nanti.

Madrid harus bersaing dengan pria-pria lainnya seperti Manchester City, Manchester United, Chelsea, Barcelona, dan Napoli.

Selesai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here