Liverpool berhasil menghentikan perlawanan tamunya asal Belgia, Genk, saat menjalani laga lanjutan Champions League. Bertanding di Anfield, “The Reds” memastikan tiga poin berkat kemenangan tipis 2-1 atas tamunya.

Memang hasil ini cukup juga dipertanyakan karena bagi juara bertahan yang bermain di kandang, tentu hasil yang lebih mantap yang diharapkan. Skor-skor telak macam 18-3 baru bisa dibilang menang joss.

Namun yang namanya sepak bola, mau menang tipis, mau menang telak, tetap saja judulnya menang.  

Alasan-alasan klasik seperti “lihat statistik”, “lihat siapa penguasaan bola dan shoot”, “buang-buang peluang” dan semacamnya, tidak ada pengaruhnya karena yang akan dilihat adalah siapa yang menang dan kalah.

Intinya hanya satu yaitu skor akhir. Mau main secantik Pevita Pearce kalau lawan mencetak gol lebih banyak tetap saja kalah. Skor akhir sudah harga mati dan tidak bisa diutak-atik macam anggaran untuk beli lem aibon.

Menang tipis pun Liverpool tetap dapat tambahan tiga poin. Berkat hasil tersebut kini mereka anteng di puncak klasemen macam layangan yang tali kama-nya dipasang sama abang-abangan kampung.

Skuat Jurgen Klopp berada di urutan pertama klasemen dengan sembilan poin hasil tiga kemenangan dan satu kekalahan. Liverpool diikuti Napoli di peringkat kedua dengan selisih satu poin. Sementara Genk kini jadi yang paling buncit dengan satu poin dari empat laga.

https://twitter.com/FootbaII_HQ/status/1191836632443424768?s=20

Liverpoool membuka keunggulan setelah tendangan James Milner membentur pemain Genk dan menghasilkan bola liar. Meski bukan pawangnya, Georginio Wijnaldum dengan berani menghampiri bola liar tersebut dan langsung menendangnya ke arah gawang.

Pada menit ke-40 Genk sempat mengejutkan tuan rumah setelah mencetak gol balasan ke gawang Alisson Becker.

Melalui sepak pojok pertama mereka di laga itu, Mbwana Samatta yang mengenakan nomor 10 berhasil menyundul bola. Biasanya yang pakai nomor 10 ini paling jago memang di skuat. Benar saja ia membuktikannya dengan satu gol tersebut.

Tuan rumah yang mendominasi jalannya laga akhirnya kembali unggul melalui Alex Oxlade-Chamberlain di menit ke-53. Operan kecil dari Mohamed Salah diselesaikan Ox dengan menendang sambil berputar macam gangsing.

Gol tersebut akhirnya menjadi penentu kemenangan Liverpool. Skor 2-1 bertahan hingga akhir.

“Kami memuncaki grup, tapi kami ingin jadi juara grup di matchday akhir. Kami punya dua laga sulit,” ujar Klopp dikutip dari Detik.

Main photo: @squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here