Atalanta berulah lagi. Kebejatannya kembali diulang karena memang tak pernah dapat hukuman apa-apa dari pihak kepolisian. Boro-boro dipenjara, ditangkap saja belum.

Memang, aksi Atalanta bukan tindakan kriminal. Namun menjurus melanggar norma-norma yang berlaku terutama norma-norma lawan-lawannya.

Menghadapi Torino di markasnya Torino, Atalanta malah mempermalukan mereka di depan suporter Torino. Enggak tahu diri banget. Tuan rumah malah ditelanjangi 0-7.

Ya, skor ini semacam de javu, karena Atalanta pernah menang dengan skor nyaris serupa kala menelanjangi Udinese 7-1. Milan saja pernah dibantai 5-0. Ya mohon maaf, Milan memang sudah bukan tim besar lagi sekarang.

La Dea” memang bolak-balik membantai lawan-lawannya dengan skor gede. Buktinya, mereka jadi tim dengan mencetak gol terbanyak kedua di liga-liga top Eropa saat ini dengan 65 gol. Siapa itu Liverpool? Trio Firmansah (Firmino-Mane-Salah)? Barcelona dengan trio SGM-nya? atau Juventus dengan bang Krisnonya? Semua lewat.

https://twitter.com/brfootball/status/1221218899510906880

Ketujuh gol dibuat oleh pria-pria bejat bernama Josip Ilicic, Duvan Zapata, Luis Muriel, dan Robin Gosens yang bukan fiturnya Gojek.

Pelatih Torino saja sampai minta maaf atas kejadian tak sopan ini. Padahal sudah dilatih Walter Mazzari yang pernah membawa Napoli jadi jago beberapa tahun lalu.

“Yang bisa kami lakukan hanya meminta maaf,” ujarnya. Simpel-simpel saja, daripada banyak alasan bin bacot.

Pelatih Gian Piero Gasperini sudah pasti senang. Sayangnya Atalanta masih kerap tak konsisten. Andai mereka menang 7-0 terus, pasti sudah juara Seri A mulai dari sekarang.

“Jika kami bermain seperti ini terus, kami pasti ada di puncak klasemen!” ucap Gasperini usai laga kepada DAZN.

“Sayangnya ada beberapa momen di mana mentalitas serta fisik kami mengalami penurunan dan di saat itulah kami harus kehilangan angka,” katanya lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here