Perhelatan Asian Games akan digelar beberapa hari lagi dengan Indonesia sebagai tuan rumah. Seperti yang diketahui bahwa Asian Games hanya digelar di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang. Waktu yang kurang dari 30 hari ini kemudian dimanfaatkan beberapa oknum suporter Sriwijaya FC untuk membuat surprise untuk panitia.

Benar-benar mengejutkan masalahnya sebab para suporter malah mencopot bangku stadion Jakabaring Palembang. Hal yang tentu saja membuat panitia akan ketar-ketir mengingat Asian Games tinggal beberapa hari lagi akan bergulir.

Hal tersebut bermula dari pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia. Arema Malang bertandang ke Palembang untuk menghadapi sang tuan rumah Sriwijaya. Alih-alih bermain bagus di kandang sendiri, Sriwijaya malah disayuri oleh tamunya di rumah sendiri.

Arema menang telak 3-0 pada pertandingan ke-17 Liga 1 Indonesia. Akibatnya Sriwijaya pun disalip Arema yang kini berada di peringkat ketujuh dengan poin yang sama.

Suporter yang larut dalam amarah kemudian melampiaskannya dengan mengacak-acak stadion yang telah dipersiapkan selama tiga tahun untuk menjadi venue gelaran Asian Games tahun ini. Sudah diacak-acak tidak dibersihkan kembali pula.

Mungkin mereka berharap setelah dicopot dan dilempar ke stadion, skor pertandingan tersebut akan berubah. Padahal sampai neneknya dia muda lagi juga enggak bakalan.

Setelah bangku stadion dirusak pun skor masih juga tidak berubah. Entah jika dilihat di TV Satu yang katanya beda. Skornya bisa jadi beda kalau lihat di stasiun tv tersebut.

Hal ini merupakan hal yang sangat tidak patut ditiru. Apalagi jelang berjalannya Asian Games. Suporter Arsenal yang timnya kalah terus saja tidak pernah buang-buang kursi stadion.

https://twitter.com/giewahyudi/status/1020675603484168192

Stadion yang berkapasitas 23 ribu penonton tersebut akibatnya harus segera diperbaiki kecuali panitia akan menyediakan tiket tanpa duduk seperti kereta jarak jauh beberapa tahun silam.

Oknum suporter “Laskar Wong Kito” dikabarkan bukan hanya kecewa akibat pertandingan tersebut. Usut punya usut, seperti yang dilansir Liputan6, para fans kecewa dengan manajemen tim yang dikabarkan menunggak gaji pemain.

Menurut kabar burung yang berseliweran di sosial media, hal ini ada kaitannya juga dengan pemilihan kepala daerah beberapa waktu yang lalu. Imbas dari pengunggakan gaji tersebut adalah delapan pemain Sriwijaya FC didepak dari bursa transfer paruh musim Liga 1.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menyebut bahwa perbaikan waktu tersebut untungnya tidak membutuhkan waktu lama. Joko mengatakan bahwa perbaikan kurang lebih memakan waktu selama dua kali malam minggu alias 14 hari.

“Saya tidak mau berspekulasi, tetapi kalau melihat kondisi yang ada kemarin itu ukuran satu atau dua minggu mungkin akan selesai. Karena Jakabaring adalah venue yang dipersiapakan untuk Asian Games 2018, sencara informal kami sudah melakukan informasi kepada pihak Jakabaring,” ujar Joko Driyono dikutip dari Liputan6.

Joko juga mengatakan bahwa perusakan single seat Jakabaring membuat Sriwijaya kena imbasnya. Permasalahan ini segera masuk ke dalam ranah Komisi Disiplin PSSI.

Main photo: fornews.co

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here