Ajax Amsterdam sebentar lagi akan kembali menancapkan kukunya di kancah Eropa. Setelah sekian lama menghilang seperti artis Feby Febiola yang tak terdengar lagi namanya, kini Ajax mulai berbicara lagi.

Tim asal negara penjajah Indonesia itu sudah menapakkan satu kakinya di final Liga Malam Jumat alias Liga Europa. “De Godenzonen” secara meyakinkan sukses mengalahkan Olympique Lyon empat gol berbalas satu.

Kemenangan itu bikin peluang Ajax untuk lolos ke final terbuka lebar, selebar angan-angan member MLM. Mereka cukup menahan Lyon di Prancis atau kalau mau kalah jangan terlalu banyak. Minimal selisih dua gol saja kalahnya.

Ajax memang sudah lama tidak menjadi juara di kancah Eropa. Padahal, saat medio 1990-an mereka sangat berjaya. Dua kali masuk final Liga Champions, salah satunya menjadi juara.

Saat itu Ajax diperkuat pemain-pemain generasi emasnya. Seperti Edwin van der Sar, Clarence Seedorf, Michael Reiziger, Frank dan Ronald de Boer, Edgar Davids, Marc Overmars, Patrick Kluivert, sampai Nwankwo Kanu.

Hasil gambar untuk ajax vs milan 1995
Sisa-sisa kejayaan Ajax terakhir kalinya. (Source: AyoBuka)

Saat itu mereka masih muda, masih lucu-lucunya. Mereka masih berkumpul di sebuah tim bernama Ajax sebelum akhirnya buyar dan mencar-mencar ke klub lain.

Kondisi yang sama terjadi saat ini, meski beda kasta kompetisi. Materinya adalah anak-anak muda yang hitungannya masih gemar menonton video-video Brazzers. Rata-rata usianya hanya 22 tahunan.

https://twitter.com/Squawka/status/859811559828324352

Melawan Lyon kemarin, pasukan anak muda belia itu memperlihatkan sebuah tontonan yang menakjubkan. Mereka benar-benar bisa bermain bola dengan benar.

Bahkan pelatihnya sendiri tak menyangka kalau anak-anak kemarin sorenya itu bisa tampil brilian. “Laga ini cukup unik, kami tak menyangka hasilnya seperti ini karena kami tampil buruk dalam 15-20 menit pertama,” ujar Peter Bosz.

Kendatipun demikian, Ajax berpeluang besar melangkah ke final dan mendapatkan kembali kejayaan masa lalunya. Namun, lawan yang dihadapi kemungkinan besar adalah Manchester United (MU). Tentu tidak semudah bikin telur dadar.

“Kemenangan itu membuat jalan kami terbuka lebar di leg kedua. Kami harus memberikan yang terbaik jika ingin lolos ke final dan menjadi juara,” sambungnya lagi.

Main photo credit: Twitter (@NBhamjee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here