Amerika Serikat yang biasa disingkat “AS” sukses menjuarai Concacaf Nations League. Mereka mengalahkan Meksiko dengan skor 3-2 yang sangat dramatis. Sampai bikin pemain Meksiko menangis.

Bagaimana tidak menangis, Meksiko mampu unggul dua kali tapi gagal mempertahankannya. Baru main semenit lewat dikit, Meksiko berhasil membobol gawang AS yang dikawal seorang kiper bernama Zack Steffen yang bukan saudaranya Zack Efron.

Yang menarik, pria yang membobol gawang AS bernama Jesus Corona. Corona mencetak gol pada masa virus Corona menyerang. Corona pun tahu diri, takut dibully. Dia pun memakai nama “Jesus” di nama punggungnya ketimbang “Corona”.

Corona berhasil memanfaatkan kesalahan bek AS, Mark McKenzie, yang salah oper. Ada-ada saja McKenzie, mengoper bola cetek begitu. Makanya bisa dipotong Corona dan langsung dijebret ke gawang Steffen.

Tak lama kemudian Meksiko mencetak gol lagi. Hector Moreno sukses menyundul bola ke gawang Steffen dan sudah berselebrasi segala macam. Tapi sayang dia dan seluruh masyarakat Meksiko kena prank. Soalnya gol dianulir akibat offside.

Pada menit ke-28, AS akhirnya mampu bangkit dengan menyamakan kedudukan. Mereka memanfaatkan tendangan sudut dengan cermat secermat-cermatnya. Sundulan Weston McKennie gagal masuk ke gawang karena lebih memilih mengincar tiang. Beruntung bola pantul diterima Giovanni Reyna yang langsung diraihnya.

Meksiko dapat peluang emas bercampur intan permata ditambah nikel batubara bernilai tinggi. Menjelang akhir babak pertama, Hirving Lozano sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Steffen. Namun karena nafsunya kelewat besar, bola malah digebok ke Steffen alih-alih melewatinya.

Pada menit ke-79, Meksiko akhirnya unggul lagi untuk kedua kalinya. Setelah utak-atik ancang-ancang, Diego Lainez berhasil menembak bola ke tiang dekat kiper pengganti, Ethan Horvath. Steffen terpaksa diganti karena cedera.

Namun, AS kembali menyamakan kedudukan lewat tendangan sudut tiga menit kemudian. AS memang berbahaya sekali dengan kornernya. Setidaknya ada 3-4 peluang berbahaya diciptakan AS lewat korner. Dua di antaranya tercipta gol.

Jika pada gol pertama, sundulan McKennie mengenai tiang, kemudian pada kesempatan berikutnya ditepis Guillermo Ochoa, kali ini ditepis lagi. Cuma untungnya, bola tepisan Ochoa masuk ke gawang saking derasnya itu bola hasil tandukan McKennie. Itu kepala gelandang pinjaman Juventus seperti ada knalpot racing-nya. Kenceng banget sampai bikin motor di belakangnya kena tiup.

Menjelang akhir pertandingan, Lozano melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti tapi bisa ditepis Horvath. Tak lama kemudian, Luis Romo juga dapat peluang saat berhadapan langsung dengan Horvath. Namun bisa ditepisnya dengan sempurna.

Ada hikmahnya juga si Steffen cedera digantikan Horvath. Soalnya Horvath selain mematahkan dua peluang emas di waktu normal, bakal jadi pahlawan AS di babak perpanjangan waktu.

Jadi setelah imbang 2-2, pertandingan dilanjutkan ke Ekstra Time karena kedua tim memutuskan tak ada yang mau mengalah. Nah, AS kemudian dapat voucher penalti yang digesek langsung oleh Christian Pulisic.

Skor 3-2 buat AS bertahan sampai menit tambahan ekstra time. Pada menit ke-120+2, gantian Meksiko dapat voucher penalti gara-gara terjadi handball.

Namun, di sinilah warga AS se-Amerika merasa beruntung dengan pergantian Horvath. Penalti yang diambil Andres Guardado bisa ditepisnya dengan luar biasa. Inilah yang bikin Meksiko ‘menangoy’ dan ‘meninggoy’….

Tak lama kemudian, wasit meniupkan peluit panjang. Para pemain AS pun langsung menyerbu Horvath yang jadi pahlawan super mereka. Selamat AS!

https://twitter.com/BleacherReport/status/1401756493263687688

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here