Entah ini kabar bagus atau tidak, tergantung dari perspektif masing-masing orang. Arsene Wenger resmi diperpanjang kontraknya oleh Arsenal selama dua tahun ke depan. Hal itu diumumkan sendiri oleh pihak yang berwajib, yakni manajemen “The Gunners“.

Keputusan ini memang terbilang mencengangkan. Pasalnya, seperti yang sudah diberitakan di media manapun, Wenger ini sudah terlalu lama berada di Arsenal.

Dia berada di Arsenal sejak zaman Orde Baru, sekitar 21 tahunan. Tapi prestasi yang dihasilkan hanya 10 piala. Yakni tiga Liga Primer dan tujuh Piala FA. Kalau ditambah Community Shield, trofinya jadi 16 buah.

Hal itu jelas tak membuat fans Arsenal puas karena level klubnya itu cuma sekadar Piala FA. Liga Primer sudah tak diraihnya lagi sejak Cinta anaknya Uya Kuya dilahirkan ke muka bumi, yakni pada 2004. Boro-boro trofi Liga Champions, Liga Primer saja susahnya minta ampun.

Keraguan terhadap Wenger makin menjadi setelah Arsenal gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Pertama kalinya di zaman pelatih asal Prancis itu. Meski juara Piala FA, namun sebagian fans sudah bosan Arsenal dilatih Wenger terus-terusan. Mau sampai kapan? Mau sampai Hary Tanoe jadi presiden?

Namun, manajemen Arsenal rupanya masih punya nyali buat mempertahankan pelatih yang rambutnya sudah putih semua itu. Jawaban ala iklan obat nyamuk Hit jadi alasan utama CEO Arsenal, Ivan Gazidis. “Ada yang lebih baik dari Hit? Yang lebih mahal banyak”, begitulah bunyi iklan tersebut.

“Anda memikirkan kandidat-kandidat hebat yang ada, tapi setelah membuat penilaian, Anda tak menemukan kandidat yang lebih baik dari Arsene Wenger,” ujar Gazidis.

Lebih lanjut, dia menambahkan kalau Wenger masih dinilai baik buat Arsenal. Gazidis pun menyayangkan mulut nyinyir para warga terutama warga London.

“Saya pikir sepak bola penilaiannya terlalu sederhana. Jika Anda tak memecat pelatih Anda, maka Anda dianggap tak ambisius. Saya pikir itu menggelikan. Anda tak memecat orang-orang bagus dan kelas dunia,” sambungnya.

Bagi Gazidis, perpanjangan kontrak Wenger dianggap bagus bagi Arsenal. Bahkan dianggap bagus juga bagi fans-fans tim lawan. Akan semakin banyak lelucon dikeluarkan tiap harinya jika Wenger masih menjabat sebagai pelatih Meriam London.

Bagi tim lawan juga senang karena Arsenal diprediksi akan begini-begini terus sampai Bang Thoyib pulang ke rumahnya. Memudahkan mereka menyingkirkan pesaing yang kelihatannya kuat, padahal sebenarnya enggak kuat-kuat amat.

 

Namun, bagi fans Arsenal sendiri jelas hal ini sebuah kemunduran. Warga di internet adalah kelompok masyarakat yang paling keras mengolok-ngolok perpanjangan kontrak di Arsenal.

Gerakan #WengerOut berkumandang di mana-mana. Mulai dari spanduk besar, sewa pesawat untuk mengibarkan spanduk di atas stadion, bahkan sampai ada yang proyeksi lampu ke bangunan segala.

Semuanya dilakukan sebagai aksi protes fans kepada manajemen. Sayang, hal itu tak membuahkan hasil. Mereka kalah, Wenger yang menang.

“Mulai hari ini saya tidak akan lagi bicara tentang kontrak Arsene Wenger. Ini semua telah berakhir, Wenger menang dan saya kalah. Tapi hari yang menyedihkan, gila, tidak dapat dijelaskan,” kata jurnalis Inggris yang dikenal sebagai fans Arsenal, Piers Morgan lewat akun Twitternya.

Bagi yang merasa sedih, harap bersabar karena ini ujian. Ujian dari Allah, memang mengecewakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here