Arsenal terus konsisten berada di zona degradasi dalam dua laga perdana Liga Primer musim ini. Menghadapi jawara Liga Champions, ya wajar kalau Arsenal di-ayam-ayamin.

Kalau jadi fans Arsenal, sudah kepalang kecebur, mending berenang sekalian. Sudah kepalang jadi bully-an, mending degradasi sekalian. Setelah ini klubnya bakal menghilang dari peredaran dan dijamin tak akan di-bully lagi. Kalaupun ada tapi tidak setiap hari.

Sudah. Sekarang sudah tidak perlu di-bully lagi. Kita doakan saja semoga Arsenal mencapai mimpinya untuk bermain di Divisi Championship. Mereka bisa main dengan tenang di sana.

Menjamu Chelsea di Emirates, Arsenal kalah 0-2. Lagi-lagi mereka tidak mencetak gol. Jadi selama musim 21/22 ini, Arsenal belum bisa bikin gol. Ya tidak apa-apa, kan memang ingin didegradasi.

Baru berjalan 15 menitan, pemain baru berbadan besar bernama Romelu Lukaku, mencetak gol di laga debutnya musim ini. Dia mencetak gol hasil cebok dari umpan silang Reece James.

Gol tersebut terbilang jelek. Soalnya kalau lawan Arsenal, harusnya bisa bikin gol lebih bagus lagi. Seperti bikin gol salto dari luar kotak penalti misalnya.

Sekitar 20 menit kemudian, James menggandakan keunggulan Chelsea. Dia menerima umpan asyik dari Mason Mount dan langsung disikat tanpa basa-basi.

Skor 2-0 sudah cukup buat Chelsea untuk meraih tiga poin. Kalau menangnya 8-0, kasihan hidupnya fans Arsenal.

Meski kalah dan dicemooh sama fans-nya sendiri, tetapi Mikel Arteta tetap berterima kasih. Entah kenapa harus terima kasih.

“Saya harus berterima kasih kepada suporter karena mereka bersama tim sejak awal, termasuk pada babak kedua saat situasi mulai sulit,” kata Arteta, dikutip BolaSport.com dari BBC. 

“Para suporter mencoba memberikan dukungan dan dorongan untuk para pemain.” 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here