Selain Granada, Slavia Praha juga gagal memenuhi harapan netizen saat bertemu Arsenal. Ngarep-ngarep Praha bisa imbang 0-0 sehingga Arsenal tersingkir, justru malah dibantai 0-4 di kandang sendiri.

Di leg pertama kandang Arsenal, Praha sebenarnya sudah main bagus menahan imbang 1-1. Makanya, di leg kedua harusnya mereka main bertahan. Pasang 8 bek dan 3 kiper sekaligus kalau boleh.

Namun Praha sepertinya gengsi. Masak main parkir bus. Wong bus saja sebentar lagi dilarang buat dipakai mudik.

Akhirnya, yang terjadi adalah sebuah pembantaian. Arsenal sukses menjebol gawang Praha empat kali. Para pelakunya adalah Nicolas Pepe, Bukayo Saka, dan Alexander Lacazette. Lacazette bahkan sampai dua kali karena satunya dapat voucher.

Kemenangan 4-0 sekaligus membawa the Gunners ke partai semifinal dengan agregat meyakinkan, 5-1.

Praha ini benar-benar tak bisa diharapkan. Padahal kalau mereka menang pasti netizen menyambut gembira karena jadi punya bahan buat ceng-cengin Arsenal. Ternyata, Praha memang cuma bisa bikin surat saja. Sebuah surat yang terkenal menjadi film “Surat dari Praha”.

“Kami mengawali laga dengan meyakinkan dan daya menekan yang tinggi terhadap lawan. Saya suka menyaksikan reaksi kami menghadapi lawan. Kami mencetak gol indah. Clean sheet juga sangat penting bagi kami,” kata Arteta seperti dilansir Tribalfootball, Jumat (16/4).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here