Setelah Liverpool dan Manchester United (MU) diketawain bareng-bareng usai hasil kocaknya di Liga Champions, kini Arsenal juga enggak mau ketinggalan momen. Tim asal London Utara itu juga ingin diketawain publik warganet.

Momen itu terjadi di Liga Malam Jumat alias Liga Europa. Bertandang ke markas Koeln atau Cologne, Arsenal takluk 0-1. Padahal, pasukan Arsene Wenger itu menyerang terus-terusan. Tapi apa daya, takdir mereka sudah dituliskan untuk kalah.

Wenger memang sok-sokan menurunkan pemain lapis kedua, bahkan ada yang lapis ketiga. Untung saja lapisannya tak sampai ratusan kayak iklan wafer Tango.

Contohnya David Ospina, Calum Chambers, Rob Holding, dan Ainsley Maitland-Niles yang namanya panjang. Sampai ada juga Reiss Nelson dan Edward Nketiah.

Bertubi-tubi Arsenal menyerang, tapi bertubi-tubi juga serangannya gagal. Jarang ada yang tepat sasaran, hobi banget buang peluang. Mungkin karena skill Shot Accuracy-nya masih pada standar, belum di-upgrade.

https://twitter.com/TrollFootball/status/933646802896564225

Sampai akhirnya kemalangan buat Arsenal pun tiba. Di babak kedua, sebuah pelanggaran terjadi di kotak penalti yang membuahkan penalti. Soalnya sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku bahwa kalau ada pelanggaran untuk lawan di kotak penalti maka akan dikenakan tendangan penalti.

Berawal dari kerja sama segitiga cantik Sehrou Guirassy dan Milos Jojic berakhir dengan pelanggaran Mathieu Debuchy kepada Guirassy. Meski senggolannya minor, tetap saja senggolan. Kalau senggolan di jalan saja marahnya bisa seabrek-abrek.

Guirassy tak menyia-nyiakan kesempatan penalti yang jarang-jarang dalam sebuah laga itu. Memang jarang ada penalti sampai 15 kali dalam sebuah pertandingan normal.

Gol tersebut jadi satu-satunya gol tercipta di laga itu. Tak ada lagi gol yang bisa dilesakkan kedua tim. Menjadikan Arsenal sebagai tim yang kalah di laga itu.

Gelak tawa lalu muncul di kalangan warganet. Ramai-ramai menertawakan penderitaan orang lain. Terutama bagi para pendukung Chelsea dan Manchester City. Kemarin sudah puas menertawakan Liverpool dan MU, kini tertawa lagi. Sakit juga itu perut.

Untung saja, Arsenal tetap lolos ke babak berikutnya bahkan jadi juara grup. Luar biasa, kalah saja sudah bisa juara grup.

“Kami kalah dalam laga di mana Koln hanya mampu melepaskan satu tembakan yang tepat mengarah ke gawang di luar tendangan penalti. Kami selalu kehilangan suatu hal kecil untuk bisa mencetak gol,” ujar Wenger dikutip Fourfourtwo. 

Main photo: @btsportfootball

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here