Arsenal sukses memberikan konsistensi kepada Manchester United untuk tetap di papan bawah agak ke atas klasemen Liga Primer. Mereka juga berhasil membuat fans Manchester United untuk tetap menge-scroll ke bawah tiap melihat klasemen di Livescore.

Bermain di Old Trafford, “The Gunners” menuntaskan perlawanan MU dengan skor 1-0 saja. Skor tipis 1-0 sudah cukup membuat MU stay di posisi 16. Tidak perlu sampai 6-1 segala. Apalagi 7-2.

Sejak awal Arsenal mampu membuat barisan pertahanan MU kerepotan. Sudah seperti lagi ada acara arisan saja dibuat repot.

Peluang didapat Pierre-Emerick Aubameyang yang hampir saja membuat gol ketika gagal menyambar bola lewat depan gawang David de Gea. Tak lama kemudian giliran Willian yang membuat jantung berdegup kencang fans MU. Untung saja tendangannya masih mengenai mistar gawang.

Tak lama kemudian sundulan Bukayo Saka yang masih melebar. Mungkin karena bentuk kepala Saka yang tidak rata.

Di babak kedua, Auba masih penasaran dan menembak dari luar kotak penalti tapi masih melenceng. Sampai akhirnya Auba bisa bikin gol juga, setelah rasanya hampir sekian lama.

Cuma Arsenal mesti gesek voucher dulu buat bisa mencetak gol. Paul Pogba melakukan tekel telat kepada Hector Bellerin. Penalti tak disia-siakan oleh Auba buat merobek gawang De Gea.

https://twitter.com/Nyang__KE/status/1323156705027497985

MU sebenarnya juga lebih mendominasi. Beberapa serangan bisa dibangun, tapi peluangnya ya begitu saja adanya.

Skor akhirnya bertahan 1-0 buat keunggulan Arsenal. Sekaligus menjaga konsistensi posisi MU di papan tengah agak ke bawah.

Bagi Ole Solksjaer yang terancam di-PHK, Arsenal harusnya tak layak dapat penalti. Ya memang suka begitu kadang-kadang kalau timnya kalah. Ada saja alasannya, atau minimal cari-cari alasan atau jurus ngeles.

“Paul Pogba seharusnya tetap berdiri pada momen itu. Anak itu (Hector Bellerin) sedang berlari ke luar kotak penalti dan Paul tahu betul itu adalah penalti yang terlalu lembut untuk diberikan,” ujar Solskjaer di situs resmi klub, dikutip dari Bolanet.

“Sama seperti situasi Nemanja (Matic) yang hampir mendapatkan penalti. Ada kontak yang lebih berat ketimbang yang dilakukan Paul, tetapi itu adalah keputusan yang lain.”

Sementara itu Arsenal mendapat kepercayaan diri akibat hasil dari laga ini.

“Kami tahu sejak awal bahwa kami harus mempercayai prosesnya,” ujar Aubameyang, sebagaimana dikutip dari Goal, Senin (2/11/2020), yang disalin lagi dari Okezone.

“Mikel (Arteta) membawa sesuatu yang sangat bagus dan semua orang ingin mengikutinya,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here