Adakah yang kaget saat melihat skor pertandingan Arsenal vs Bayern Muenchen tadi pagi? Mungkin banyak. Bahkan mungkin ada yang mengira berita yang mereka baca adalah berita pertandingan leg pertama gara-gara skornya sama persis.

Bayern memang digdaya menghadapi Arsenal pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Entah bagaimana, apakah kebetulan atau memang disengaja, skornya juga sama persis dengan yang terjadi di leg pertama. Yakni 5-1 untuk Bayern. Tahu begitu, mending tak usah tanding sekalian.

The Gunners” sebenarnya unggul lebih dulu dan menguasai pertandingan meski tidak lama-lama amat. Mereka mampu unggul lewat tendangan keras Theo Walcott yang memperdaya Manuel Neuer. Saking kerasnya tendangan Walcott, Neuer hanya formalitas menggerakkan tangan yang malah terlihat mirip orang senam.

Sayang beribu sayang, Laurent Koscielny jadi biang keladi kekalahan timnya karena menerima kartu kuning kedua. Sialnya lagi, pelanggaran tersebut terjadi di kotak penalti yang mengakibatkan penalti. Kalau di luar kotak penalti namanya tendangan bebas.

Robert Lewandowski tak menyia-nyiakan peluang emas bertabur intan permata yang ada di depan gawang. Melihat kurangnya satu pemain, Bayern kemudian secara bergiliran memuaskan nafsu bejatnya melalui Robert Lewandowski, Arjen Robben, Douglas Costa, dan Arturo Vidal. Vidal bahkan sampai dua kali, benar-benar kurang ajar, apalagi mereka “menghajar” Arsenal di rumahnya Arsenal sendiri. Lagi ramai pula rumahnya.

Selepas hilangnya Koscielny, pertahanan Arsenal memang terlihat bolong kayak kue donat kampung yang mesesnya cuma sedikit. Makanya Lewandowski dan kawan-kawan kelihatan gampang banget membobol gawang David Ospina. Bahkan sampai gol keempat dan kelima terjadi, beberapa pemain Arsenal cuma gerak formalitas saja.

Itulah kenapa, pelatih Bayern, Carlo Ancelotti, sampai merasa kasihan pada Arsenal. Tak ada raut gembira karena simpati berusaha dia perlihatkan. Kasihan memang, tapi tetap saja anak asuhnya bikin gol tak henti-henti.

“Ini bukan pertandingan yang gila, tapi sulit. Sebelum penalti sangat sulit buat kami. Arsenal bermain baik selama 50 menit dan tak sepantasnya kalah seperti itu,” ujar pelatih yang fasih banget berbahasa Italia itu, dikutip dari CNN.

Kekalahan ini bikin skor kedua leg menjadi 10-2, macam skor-skor pertandingan futsal di kampus-kampus. Terhentinya mereka di babak 16 besar ini juga jadi yang ketujuh kalinya berturut-turut, kasihan banget.

Pencetak gol satu-satunya Arsenal di laga itu, Walcott, sangat sedih melihat hasilnya seperti ini. Untungnya tak sampai pasang Insta Story dengan latar belakang hitam ditambah backsound irama menyayat hati plus tulisan pilu.

“Saya sungguh sedih karena melihat fans meninggalkan stadion begitu cepat. Pada dasarnya kami bermain untuk mereka pada hari itu, ingin melihat mereka bahagia, ingin mereka di belakang kami, dan itu menyakitkan melihat mereka pergi lebih cepat,” di-copas dari Liputan 6. 

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here