Arsenal resmi mendapatkan pemain baru untuk pertama kali pada musim panas kali ini. Sebuah kado yang lumayan buat Unai Emery yang bakal bertugas bersama para krunya di Emirates Stadium.

Kado yang datang ke markas Arsenal memang tak terbungkus rapi memakai pita. Cuma pakai setelan baju saja, berwajah ganteng kritis, tapi kulitnya masih kencang. Dia lah Stephan Lichtsteiner.

Kapten timnas Swiss itu memang free transfer alias tak memperpanjang kontraknya di Juventus. Setelah mengarungi tujuh musim, mendapatkan tujuh Scudetto dan empat Coppa Italia di Juve, dia memutuskan mencari tantangan baru.

Mungkin main di Italia sudah enggak ada tantangannya lagi buat Lichtsteiner. Menang melulu, ibarat main PES ini sudah enggak ada lawan sebanding. Akhirnya memutuskan ganti kaset jadi FIFA.

Arsenal memang sudah melewatkan masa keemasannya Lichtsteiner. Sudah berusia 34 tahun, usia yang memang sudah lewat bagi ukuran bek sayap. Namun, soal fisik jangan ditanya.

Meski sudah berumur, fisik Lichtsteiner masih oke punya. Ibarat Sophia Latjuba, biar sudah berusia 47 tahun tapi masih tetap menggairahkan. Bohong kalau ada lelaki yang menolak diajak memadu kasih dengannya. Ariel saja awet cukup lama, berarti masih puas dengan servisnya, meski katanya belakangan sudah tak berpacaran lagi.

Begitu juga Lichtsteiner yang namanya rada susah ditulis. Larinya masih kencang, kulitnya juga, belum ada tanda-tanda penuaan. Julukannya adalah “Swiss Express“, mengacu pada kereta ekspres dari Swiss. Memang sekarang larinya sudah tak sekencang pemain RX King di Liga Primer lainnya, tapi buat ukuran bek sayap masih oke lah.

Pengalaman juga enggak usah ditanya, tujuh Scudetto dan lima Coppa (ditambah satu dari Lazio) sudah hampir menyamai jumlah gelar Liga Primer Arsenal. Kelebihan lain, Lichtsteiner ini bisa menendang pakai kaki kiri dengan mata terbuka.

Makanya, fans Arsenal tetap puas dengan kinerja manajemen mendatangkan Lichtsteiner yang berstatus gratisan.

Emery yang wajahnya mirip Loki di film Thor turut menyambut kedatangan kado pertamanya. Menurut pelatih asal Spanyol itu, Lichtsteiner merupakan pemain berkualitas dan memiliki jiwa kepemimpinan.

“Lichtsteiner membawa pengalaman besar dan jiwa kepemimpinan buat Arsenal. Dia adalah seorang pemain berkualitas hebat dengan sikap yang positif. Dia akan meningkatkan kualitas kami di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Emery yang tak bisa berbahasa Bugis itu.

Lichtsteiner juga mengaku senang bisa bergabung dengan Arsenal. Biasanya, pemain-pemain tua buangan dari klub besar macam Juventus larinya ke Amerika Serikat atau bahkan ke Asia. Paling sial, main di klub gurem di Italia sana.

Tapi tidak bagi Lichtsteiner. Meski memang agak penurunan sedikit, tapi pemain yang kesulitan menendang bola sambil kayang itu masih bergabung dengan klub besar macam Arsenal.

“Kesempatan ini adalah momen luar biasa. Saya bergabung ke Arsenal dari Juventus, sungguh luar biasa. Ini adalah tantangan baru untuk mewujudkan sesuatu yang besar di klub ini,” ucapnya.

Main photo: Squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here