Argentina gagal meraih poin maksimal meski sudah mencoba tampil ganteng maksimal tanpa ketombe. Merasa lebih kuat dan petentang-petenteng karena lawannya cuma Islandia, negara kecil yang penduduknya cuma sekota Palu, ternyata mereka hanya bisa seri.

“Tim Tango” yang tumben pakai baju warna hitam kayak Toyota Fortuner Setnov itu tampil menggebrak sejak awal. Bagaimana mungkin Argentina yang dihuni striker dan gelandang top bisa kalah ball possesion-nya.

Sementara Islandia cuma menunggu saja, macam nenek-nenek pas lebaran, menunggu tamu-tamu pada datang. Benar saja, para tamu dari Argentina bergantian datang ke kotak penaltinya.

Mulai dari yang manusia biasa kurang terkenal macam Maximiliano Meza, rada terkenal macam Lucas Biglia, sampai yang terkenal seperti Sergio Aguero, dan manusia maha dahsyat yang dicurigai editan, Lionel Messi.

Bergantian mereka membombardir pertahanan Islandia. Hasilnya sudah langsung ada pada menit ke-19. Operan standar dari Marcos Rojo ke jantung pertahanan Islandia disambut baik oleh Aguero. Kalau tidak baik, pasti sudah dikeluarkan dan jangan harap dijadikan menantu.

Aguero dengan badannya yang gempal, tak goyang saat dapat gangguan dari para pemain Islandia. Dia mampu melepaskan tendangan meski sudah coba dihalangi bek-bek Islandia atau sekitar 0,0031%-nya dari jumlah penduduk mereka.

Bola melesat cepat masuk ke gawang tanpa bisa dicegah Hannes Thor Halldorsson. Meski namanya Thor, ternyata kiper Islandia tetap gagal menghalanginya. Mungkin karena tak dibantu palu Mjolnir.

https://twitter.com/Uhurunomics/status/1008037052649299968

Sayangnya, keunggulan tersebut tak berlangsung abadi. Argentina langsung kebobolan empat menit setelah mereka bikin gol. Sebuah peluang sekecil apapun mampu dimanfaatkan dengan baik oleh “Strákarnir okkar“.

Berawal dari tendangan coba-coba dari Gylfi Sigurdsson, dimentahkan oleh Willy Caballero yang malam itu tak memakai wig. Alfred Finnbogason kemudian menyambut bola muntahan tersebut tanpa merasa jijik, meski rada malu-malu.

Islandia yang memakai baju putih macam halaman buku Agenda Ramadhan anak SD langsung menyewa beberapa Perusahaan Otobus (PO) macam Lorena, Dewi Sri, Pahala Kencana, Handoyo, atau Haryanto. Bus-bus diparkir di halaman pekarangan rumah tangga Islandia.

Hasilnya? Bikin Argentina kesulitan. Baru masuk kotak penalti sudah digebuk, diblok, diselengkat, untuk tak sampai dicabuli. Pertahanan Islandia begitu solid seperti pemuda karang taruna.

Islandia sendiri juga bukan berarti bertahan total. Sesekali mereka menyerang meski hasilnya tak keruan. Tendangannya ke mana-mana, mungkin ada yang nyasar ke rumah tetangga.

Sampai akhirnya, Argentina mendapat peluang rendang campur opor ayam di babak kedua. Meza entah gimana terjatuh begitu saja di kotak penalti saat menyambut umpan dari Messi. Hoerdur Magnusson ternyata sedikit melakukan pelanggaran kepada Meza sehingga lahirlah titik penalti.

Messi lalu mengambil penalti tersebut dengan penuh keyakinan. Tapi rupanya kiper Hannes Thor Halldorsson yang juga berprofesi sebagai sutradara mampu menebak tendangan Messi. Apa jangan-jangan selama ini Halldorsson diam-diam merekam gerak-gerik Messi dengan kamera? Mentang-mentang sudah akrab dengan kamera. Entahlah.

Yang jelas Halldorsson sukses menepis tendangan Messi yang lumayan kencang. Alhasil, para fans Argentina langsung lemas tak berdaya. Meski masih berharap bakal ada gantinya di sisa laga.

Ternyata tidak ada gantinya. Sampai akhir laga, “La Albiceleste” tetap kesulitan bikin gol. Halldorsson yang tak ada hubungan saudara dengan Rheumason itu memang lagi ganteng. Sebenarnya tak jago-jago amat, tapi Argentinanya saja yang selalu menendang ke arah Halldorsson. Bahkan ada yang menyamping mungkin mengincar papan skor.

Hasil 1-1 tak diharapkan oleh publik Argentina. Pasalnya, setelah ini lawan mereka sudah makin berat. Yakni Nigeria dan Kroasia. Apalagi Kroasia sudah dihuni pemain-pemain kelas dunia.

Mereka sudah pasti kesal kalau dengar lagu Afgan berjudul “Dia Dia Dia” karena pasti yang teringat adalah Islandia. Sebenarnya liriknya bagus, tapi mendengar embel-embel “Dia” bisa langsung otomatis memutar kembali rasa frustrasi mereka saat gagal menjebol si Dia. Terutama kipernya pas penalti.

Pelatih Jorge Sampaoli lalu mencoba tenang dan membela anak asuhannya. Terutama Messi yang jadi bulan-bulanan di dunia maya. Seperti biasa.

Sampaoli menyebut Messi tak nyaman saat main lawan Islandia. Ya memang kalau mau nyaman mending tidur di rumah saja, pakai AC.

“Messi merasakan situasi yang sangat tidak nyaman karena Islandia bermain sangat bertahan. Ia tidak bisa menemukan ruang kosong yang dibutuhkannya. Tapi kami masih memiliki keyakinan terhadap diri sendiri dan kami tahu kami memiliki semua yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan,” ucap Sampaoli.

Sementara bagi Islandia, hasil ini patut dirayakan tujuh hari tujuh malam, gelar dangdutan. Pasalnya, ini merupakan pertandingan pertama mereka di Islandia sepanjang sejarah. Sekalinya main, langsung dapat poin. Luar biasa, calon juara dunia. Entah tahun berapa.

“Pertahanan kami begitu brilian. Tidak mudah mempertahankan gawang dari serangan Argentina. Mereka punya skill yang superior apalagi individunya. Jika menghadapi lawan mereka satu lawan satu, Anda akan kalah. Itulah mengapa kami memainkan cara spesial lawan mereka dan Islandia menunjukkan karakter yang tepat,” ucap pelatih Heimir Hallgrimsson yang sementara praktek dokter giginya lagi libur sebentar.

Main photo: @mahyurr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here