Baru-baru ini, publik digegerkan oleh aksi pemain Arab Saudi yang menolak menghentingkan cipta saat melawan Australia pada kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Seperti biasa, ada saja komentar warga yang aneh-aneh. Sebagian besar mengecam aksi pemain Arab tersebut.

Upcara mengheningkan cipta memang tak cuma ada di upacara-upacara anak sekolah hari Senin. Dalam sepak bola juga kerap dilakukan untuk menghormati sebuah insiden atau musibah.

Kemarin, pertandingan yang dilaksanakan di Adelaide Oval turut menggelar upacara mengheningkan cipta sebagai rasa simpati korban teror London Bridge yang menewaskan dua perempuan asal Australia.

Rupanya, pihak Arab menolak untuk ikutan. Alhasil, saat mengheningkan cipta berlangsung hanya para pemain Australia yang berangkulan berada di tengah lapangan. Sedangkan pemain Arab tampak asyik pemanasan, lari-lari kecil, gerak-gerak badan, meski tak sampai senam SKJ 88 apalagi main gaple.

Itulah yang bikin warga geregetan. Para pemain Arab dianggap tak menghormati korban dan sikap yang ditunjukkan tim Australia. Sampai pada akhirnya, terungkaplah alasan pemain Arab tak mau ikutan mengheningkan cipta.

Tim berjuluk “Green Falcons” itu ternyata tidak mau mengheningkan cipta karena tidak sesuai dengan budaya, kultur, dan kebiasaan mereka. Orang Arab memang biasanya lebih suka berdoa tanpa melakukan pengheningan cipta.

Hal itu juga sudah disepakati dengan Federasi Sepak Bola Australia (FFA). FFA sejak awal sudah tahu sikap tim Arab Saudi dan keduanya sepakat mengheningkan cipta tetap digelar meski Arab meminta tak ikut upacara tersebut. FFA pun sepakat, mereka juga menghargai budaya tim lawan.

Tapi ya namanya warga, ada saja yang berpikiran macam-macam. Belum tahu sebab sudah menuduh yang enggak-enggak. Padahal, budaya tiap bangsa tak bisa dipaksa. Semua harus sama-sama menghargai kultur dan kebiasaan tiap negara. Tak ada yang salah dengan Arab Saudi.

“FFA meminta izin dari AFC dan timnas Arab Saudi untuk mengheningkan cipta dan keduanya sepakat. FFA selanjutnya diberi petunjuk oleh ofisial tim Saudi bahwa tradisi ini tidak sesuai dengan budaya Saudi dan mereka akan berada di sisi lapangan mereka dan menghormati kebiasaan kami, sementara mereka mengambil posisi di sisi lapangan mereka,” tulis pernyataan FFA.

Timnas Arab Saudi pun tak ketinggalan mengeluarkan pernyataan. Dari lubuk hati yang paling dalam, mereka meminta maaf jika terjadi kesalahpahaman di mata publik. Arab Saudi tak ada maksud untuk tidak menghargai korban serta melecehkan apa yang dilakukan timnas Australia.

“Federasi Sepakbola Arab Saudi (SAFF) sangat menyesalkan dan secara terbuka meminta maaf atas apapun dari dugaan pelecehan yang timbul dari tim Arab Saudi untuk mengheningkan cipta demi mengenang korban serangan teroris di London,” tulis pernyataan resmi SAFF.

“Para pemain tidak bermaksud untuk tidak menghormati para korban atau menimbulkan kekecewaan untuk para keluarga, teman, atau mereka yang terpengaruh oleh kekejian tersebut. SAFF mengutuk semua tindak terorisme dan ekstremisme dan menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban dan kepada pemerintah dan rakyat Inggris,” sambungnya.

Harusnya, masalah ini sudah clear dan tak perlu ada slek-slekan lagi. Yang penting, bantai semua terorisme yang ada di muka bumi ini.

Main photo: The Independent

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here