Kabar mengejutkan dunia persepak bolaan datang dari Juventus. Hanya beberapa jam dari kegagalan mereka tersingkir lagi dan lagi dari Liga Champions, Juve mengumumkan pemecatan Maurizio Sarri.

Tak sampai beberapa jam, berganti hari, bahkan media-media belum sempat berspekulasi, Juve sudah mengumumkan pelatih barunya. Yaitu sang maestro, Andrea Pirlo.

Yang bikin kaget dan bikin semua orang mengangkat alis sambil bilang “hah?”, karena Pirlo ini hitungannya baru seminggu jadi pelatih. Boro-boro pengalaman melatih, memimpin tim latihnya bertanding saja belum.

Soalnya, Juve memang baru mengangkat Pirlo menjadi pelatih U-23 minggu lalu. Tapi hanya seminggu kemudian, dia langsung naik jabatan. Cepat sekali dia, jangan-jangan ada orang dalam alias “ordal”.

Banyak yang tak mengira, sekaligus bertanya-tanya apa alasan Juve memilih Pirlo. Padahal yang diketahui orang, Juve mengincar Zinedine Zidane, Mauricio Pochettino, Pep Guardiola, bahkan terakhir Simone Inzaghi.

Ternyata, manajemen Juventus sudah memberikan alasannya. Jawabannya sangat keren, yakni cuma feeling saja. Sudah kayak lagunya Marcell saja, cuma pakai firasat.

Direktur Juve, Fabio Paratici, mengungkapkan kalau mereka punya feeling yang kuat kalau Pirlo bakal sukses jadi pelatih Juventus. Mantap betul, semua cuma pakai perasaan, tidak perlu pakai hitung-hitungan matematika, pengalaman, atau analisa keilmuan.

“Keputusan untuk mengangkat Pirlo itu sangat natural, dalam gaya Juventus. Karena dia adalah seseorang, yang seperti kami katakan hanya sepekan lalu, sudah selalu dalam kontak dengan semua orang di sini dan itu terasa natural saja,” ungkap Paratici kepada Sky Sport Italia dikutip Football Italia, disalin lagi dari Detik.

“Kami juga yakin dia ditakdirkan untuk menjadi hebat. Dia ditakdirkan hebat semasa jadi pemain dan kami berpikir dengan percaya diri, bahwa dia bisa melakukan hal yang sama sebagai pelatih.”

Ya terserah Juventus saja, kalau sudah pakai perasaan memang sudah susah. Mau pilih pasangan saja pasti pakai perasaan. Dia bakal jadi suami atau istri yang baik atau tidak. Tapi ketika yakin dan merasa mantap, tak terasa jadi kawin juga.

Mungkin Juve juga demikian. Melihat sejarahnya banyak gelandang yang jadi pelatih top macam Zidane, Pep, Carlo Ancelotti, Didier Deschamps, Louis van Gaal, dan lain-lain, maka Juve mungkin berani ambil risiko ini.

Apalagi, Pirlo memang seperti yang kita tahu bahwa punya kecerdasan sepak bola di atas rata-rata. Permainannya yang sangat elegan, pintar, serta visi yang oke punya, membuatnya jadi gelandang kelas dunia.

Semoga saja menular juga ke gaya kepelatihannya. Sayang banget kalau sampai ternyata gagal dan zonk. Bisa-bisa mengubah cara pandang penggemar bola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here